• Delete
  • Edit

About

Jami Masjid Tua Palopo is a mosque, located at Jalan Andi Jemma No.88, Batupasi, Wara Utara, Batupasi, Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91913, Indonesia. They can be contacted via phone at +62 471 24034 for more detailed information.

Location :
Jalan Andi Jemma No.88, Batupasi, Wara Utara, Batupasi, Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91913
Contacts :

Added by Jopie, at 04 January 2016

Add missing information

Add email
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

17 Reviews

  • Ahmad Mdi
    04 May 2018

    Such a great experience I have got a chance to come here and attended the Jumaah prayer. This mosque is really interesting with ancient architecture, very clean, and well maintained. It is potentially good for all tourists, no matter what their religions, they should come here to see and learn how history has created such this great mosque.
    The mosque is not too big but very comfortable for praying.

    response / report this review
  • Yuli Sahlah
    05 April 2018

    Jama'ah laki2 lebih banyak dibandingkan jama'ah wanita..

    response / report this review
  • Immanuel Patabang
    18 January 2018

    Mesjid ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di kota palopo. Letaknya berdekatan dengan istana datu luwu dan museum batara guru. Masjid ini sangat cocok untuk destinasi wisata religi. Saran buat pemerintah kota palopo supaya mesjid ini selalu dirawat dan di jaga kondisinya karena merupakan aset sejarah kota palopo.👍👍👍👍👍

    response / report this review
  • Anugrah Basir
    05 January 2018

    Pada awal abad ke-17 para pedagang yang beragama Islam datang ke Sulawesi Selatanyang kemudian menyebarkan agama Islam. Agama ini berkembang pesat semenjak kedatangan penyebar dan pengembang Islam dari Koto Tangah Minangkabau, Sumatera Barat yaitu Datuk Sulaeman, Abdul Jawad Datuk Ri Tiro, dan Abdul Makmur Datuk Ri Bandang. Ketiganya pertama kali mendarat di Bua Luwu tahun 1603. Selanjutnya mubaliq asal Minangkabau itu berhasil mengislamkan Raja Luwu yang bergelar Payung Luru XV La Pattiware Daeng Parrebung, juga bergelar Sultan Muhammad Mudharuddin. Pengislaman ini terjadi pada tahun 1603 dan bertepatan 15 Ramadhan 1013 H. Setelah raja memeluk agama Islam, maka para pembesar dan rakyat Luwu mengikutinya. Kepesatan perkembangan agama Islam di Kerajaan Luwu mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Datu Luwu atau Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi, Sultan Abdullah Matinroe Ri Malangke yang menggantikan ayahandanya pada awal tahun1604.

    Pada awal pemerintahan Sultan Abdullah memindahkan Ibu kota Kerajaan Luwu dari Patimang ke Ware Palopo. Pertimbangan perpindahan ini berdasarkan pada teknis strategis pemerintahan dan pengembangan ajaran agama islam. Untuk mendukung perkembangan agama Islam maka Khatib Sulaeman yang kemudian bergelar Datuk Ri Patimang berhasil mendirikan sebuah masjid permanen pada tahun 1604 m di tengah kota Palopo tidak jauh dari istana. Masjid ini sampai kini masih berdiri disebut Masjid Tua Palopo.

    Masjid Tua Palopo tumbuh pada zaman madya Indonesia yang berfungsi sebagai masjid Kerajaan atau masjid istana, maka dari itu letaknya berada di sebelah barat alun-alun dan masjid merupakan gambaran struktur perkotaan pada awal masa Islam diIndonesia.

    response / report this review
  • Rift Slayer
    06 October 2017

    Wajib ke sini

    response / report this review
  • Barracuda X
    03 July 2017

    Lokasi masjid Berada di kota Palopo, pembangunan Masjid ini dimulai pada sekitar abad ke-16 atau tahun 1604 oleh seorang ulama dari minangkabau-Sumatra bernama Datuk Sulaiman dengan gelar Datuk Pattimang.

    Ukuran bangunan utama 11, 9 meter x 11,9 meter dan tinggi 3,64 meter, dinding masjid menggunakan batu setebal 0,94 meter yang direkatkan dengan putih telur. Atap bersusun tiga dan dipuncaknya terdapat tempayan kramik sebagai mustaka yang mengandung falsafah adat daerah Luwu yaitu lampu, tongeng, benteng dan allele. Sedangkan mustaka adalah representasi dari sifat Tuhan yang maha adil.

    Tiang utama dengan tinggi 8,5 meter dan diameter 90 cm dengan bahan kayu cengaduri sebagai penopang atap ini bermakna payung yang mengembang sebagai makna tegaknya adat.

    Konstruksi masjid ini terbilang sangat unik karena terdapat perpaduan unsur Cina-Vietnam dalam gaya arsitekturnya. Luas lahan 1.680 m2. Pemugaran pertama kali dilakukan pada tahun 1951 dengan mengganti lantai dengan tegel yang didatangkan dari Singapura. Kemudian pemugaran berikutnya melakukan penambahan luas bangunan.

    response / report this review
  • Buspad Bento
    18 May 2017

    Suka dengan suasana mesjid yang klasik. Masih banyak bagian asli yang dipertahankan

    response / report this review
  • Isna Merlyana
    29 April 2017

    Salah satu mesjid peninggalan sejarah yg tetap d rawat sampai sekarang

    response / report this review
  • Munawir Nhawier
    09 March 2017

    Belum ke Palopo kalau belum shalat disini

    response / report this review
  • Tommy Prasetiyo
    05 March 2017

    Ancient rock

    response / report this review
  • Hardjianti Anty
    10 February 2017

    ada kontak personal yang bisa dihubungi ngak di masjid jami' tua???

    response / report this review
  • DARMAN SYAH
    11 January 2017

    Historical place

    response / report this review
  • Genta Kaliba
    13 October 2016

    Sangat direkomendasikan buat para wisatawan religi

    response / report this review
  • Muhammad Saleh Kareem
    04 September 2016

    Masjid tertua di kota palopo

    response / report this review
  • Suhiman Rasmad
    31 May 2016

    Masjid Tua Palopo merupakan masjid peninggalan Kerajaan Luwu yang berlokasi di kota Palopo, Sulawesi Selatan. Masjid ini didirikan oleh Raja Luwu yang bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604 M.

    response / report this review
  • Amal Hasan
    16 May 2016

    Sangat bersejarah

    response / report this review
  • Putry Ramadani
    11 January 2016

    Masjid bagus abiss itu kuno ampuh serba serbi deh pokoknyaaa

    response / report this review

Rate & Write Reviews