مرقد وقبر الامام الجنيد البغدادي في بغداد ، احد مشايخ الطريقة الصوفية ، معلمديني تاريخي مهم
KHOTBAH SYEH JUNAID AL BAGHDADI
Ketika lidah Abul Qasim al-Junaid telah fasih mengucapkan kata-kata mulia, Sari as-Saqathi mendesak bahwa Junaid berkewajiban untuk berkhotbah di depan umum. Mula-mula Abul Qasim al-Junaid enggan; ia tidak ingin melakukan hal itu.
“Apabila guru masih ada, tidaklah pantas bagi si murid untuk berkhotbah,” Junaid berkilah.
Kemudian pada suatu malam Abul Qasim al-Junaid bermimpi dan dalam mimpi tersebut ia bertemu dengan Nabi saw.
“Berkhotbahlah!.” Nabi berkata kepadanya
Dan keesokan harinya Junaid menemui sari as saqathi hendak mnceritakan mimpinya namun sari saqathi telah mngetahuinya
Sebelumnya engkau selalu merasa enggan, dan menantikan agar orang-orang mendesakmu untuk berkhotbah. Tetapi mulai saat ini engkau harus berkhotbah karena kata-katamu dijadikan sebagai alat bagi keselamatan seluruh dunia. Engkau tak mau berkhotbah ketika dimohonkan murid-muridmu, engkau tak mau ketika diminta oleh para syiekh di kota Baghdad. Dan engkau tak mau berkhotbah ketika ku desak. Tetapi kini Nabi sendirilah yang memberi perintah kepadamu, oleh karena itu engkau harus mau berkhotbah.
“Aku mau berkhotbah,” Abul Qasim al-Junaid menyerah, “Tetapi dengan satu syarat bahwa yang mendengarkan khotbah-khotbahku tidak lebih dari empat puluh orang.”
Pada suatu hari Abul Qasim al-Junaid berkhotbah. Jumlah pendengar hanya empat puluh orang. Delapan belas orang di antaranya menemui ajal mereka,..sedang sisanya yang berjumlah dua puluh dua orang jatuh pingsan dan harus digotong ke rumahnya masing-masing.
Di dalam kesempatan lain Abul Qasim al-Junaid berkhotbah di dalam masjid besar. Di antara jamaahnya ada seorang pemuda Kristen tetapi tak seorang pun yang mengetahui bahwa ia beragama Kristen. Si pemuda menghampiri Abul Qasim al-Junaid dan berkata : “Nabi pernah berkata: “Berhati-hatilah dengan wawasan seseorang yang beriman karena ia dapat melihat dengan nur Allah,” Apakah maksudnya?.”
“Yang dimaksudnya adalah,” Abul Qasim al-Junaid menjawab, “bahwa engkau harus menjadi seorang Muslim dan melepaskan sabuk ke kristenanmu itu, karena sekarang ini adalah zaman Islam.”
Si pemuda segera memeluk Islam setelah mendengar jawaban Abul Qasim al-Junaid tersebut
Wallahu a'lam
مقام مبارك
اللهم صلى وسلم على محمد وعلى آله محمد
يا رب وفقني أن أزور هاذا المقام المبارك . آمين
Shaikh Junaid al Baghdadi i was visited 1985
جميل
اللهم صل على محمد وال محمد
اني رايح زاير الشيخ