Ada yang berbeda dengan vihara “Sangharama Sebong Pereh”, biasanya jika orang berkunjung ketempat ibadah untuk sembahyang namun vihara yang satu ini berbeda selalu ramai dikunjungi sebagai tempat wisata baik dari wisatawan lokal maupun internasional apa lagi jika sudah memasuki akhir pekan. Semua dikarenakan tempat ibadah kaum buddha ini memiliki daya tarik tersendiri, yaitu memiliki dua buah patung besar dan beberapa patung kecil lainnya sebagai penarik minat wisatawan baik yang ingin beribadah ataupun sekedar ingin tahu dan mengabadikan momen di sana.
Vihara ini terletak di Sebong Pereh, Pulau Bintan, Kepulauan Riau dan menempuh waktu perjalanan ±15menit dari Tanjung Uban.
Pertama vihara ini memiliki sebuah patung “Dewa Guan Sheng Di Jun” raksasa yang tingginya mencapai ±15meter dan sebagai patung Guan Shen Di Jun terbesar di Asia Tenggara. Dewa Guan Sheng Di Jun adalah seorang pejuang yang terkenal dengan janggut panjang, dan menggunakan tombak pedang sebagai senjatanya (kalau teman-teman pernah membaca cerita Three Kindom atau memainkan game Dinasty Warrior dewa ini mirip dengan karakter Guan Yu tapi tidak tahu apakah mereka karakter yang sama hehehe). Patung ini diletakan tepat di belakang vihara Sangharama Sebong Pereh, dan diresmikan langsung oleh Bupati Bintan “ANSAR AHMAD, SE, MM” dan Wakil Gubernur Kepri “DR. HM. SOERYA RESPATIONO. SH. MH” pada tanggal 28 Mei 2015.
Patung kedua adalah patung “Penyu” yang terletak diseberang vihara ini, tepatnya di tepi pantai seberang dari vihara Sangharama Sebong Pereh dan berhadapan langsung dengan posisi matahari terbenam. Kebayangkan indahnya menikmati sunset disana?
Gigantic Chinese God of War is standing right behind the front temple building. Opposite this temple, there is a beach where Giant Turtle God Statue is placed.
Terlihat dari seberang jalan ketika melintas
滨淡島的关圣帝君廟的关公石雕是我看过的最美的,可惜还没有颜色。
Beautifully temple