Said the first point where the Chinese landed in Pontianak. A lovely temple with vibrant color
An old Chinese temple situated near Kapuas Indah.
As this area is very cramped, it is very difficult to find parking space.
This area has many tall buildings so this temple cannot be seen from the main road.
Di awal kita melangkahkan kaki menuju ke dalam gapura, kita akan disambut dengan 3 gapura utama, yang di atasnya bertuliskan tahun 1829 M sebagai periode awal dibangunnya vihara ini. Warna merah menyambut kedatangan sebagai simbol dari rasa gembira dan kesejahteraan.
Di depan vihara, terdapat tempat Pot Sembahyang Dewa Langit yang pertama kali berada di sana, sekitar tahun 1673 M, pada masa Mancuria bertahta Raja Khan Hi (1662-1772).
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta menyimpan keunikan tersendiri, ketika kita memasuki pintu vihara, maka kita akan disuguhkan dengan sebuah patung dewa yang dikelilingi oleh katak berwarna hijau dan berada di atas kolam.
Pada patung tersebut, terdapat jalan kecil yang dimulai dari bawah dan menuju ke atas (patung dewa). Ada cerita unik di balik bangunan tersebut, yakni jika kita memfoto bangunan itu, maka jalan kecil pada bangunan akan seperti salju, di mana terdapat warna putih yang seakan-akan menutupi permukaan jalan tersebut.
The chinese temple, silent witness of pontianak city
It is the oldest Chinese temple in West Kalimantan even whole Borneo, the diplomat lady Nyonya Cheng keeping every antique and the architecture in the temple in a very good condition and every year they have big traditional Chinese ritual events! It is really worthy to visit if you want to know about Indo-Malay Chinese history!
Vihara yang nyaman untuk berdoa karena agak berangin dekat tepi sungai