• Delete
  • Edit

About

Teritip Crocodile Farm is a zoo, located at Jl. Mulawarman No.64, Teritip, Balikpapan Tim., Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76118, Indonesia. They can be contacted via phone at +62 821-5711-9828 for more detailed information.

Location :
Jl. Mulawarman No.64, Teritip, Balikpapan Tim., Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76118
Contacts :

Added by Jopie, at 08 April 2015

Add missing information

Add email
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

17 Reviews

  • Anonymous
    01 March 2018

    Tempat penangkaran buaya, kita bisa melihat dan mempelajari proses perkembangbiakan buaya serta berfoto bersama buaya dewasa---tentu saja dari jauh dan diluar kandang.

    response / report this review
  • Anonymous
    09 January 2018

    The smelly of the area is devastating but the experiences to meet closely to one of the giant predatory beasts inside the caged pond there might becoming your worst nightmare and fortunate chance of a lifetime. If one satisfied to try the crocodile satay as well - it would be an addition to your story then

    response / report this review
  • Anonymous
    21 December 2017

    Penangkaran Buaya ini terletak di Kelurahan Teritip dengan luas areal 5 ha. Tempat ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00. Lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat, juga dengan kendaraan umum yaitu angkutan kota No. 7 dengan jarak 25 km dari pusat kota Balikpapan.

    Letaknya tak jauh dari Pantai Manggar & Pantai Lamaru, yang merupakan salah satu obyek wisata favorit di Balikpapan. Lokasi penangkaran tersebut berada di Jl Mulawarman No 66, Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.

    Penangkaran Buaya Teritip merupakan penangkaran buaya yang memiliki jumlah buaya paling banyak di Kalimantan Timur. Saat ini terdapat lebih dari 1.450 ekor buaya yang ditangkar, terdiri dari buaya muara (Crocodylus porosus) yang paling dominan dan dua jenis buaya langka, yaitu buaya air tawar (Crocodylus siamensis) dan buaya supit (Tomistoma segellly). Ribuan buaya ini ditangkar dalam puluhan kandang di areal seluas 5 hektar.

    Kandang buaya dibagi atas 4 kategori, yaitu kategori anakan, penggemukan, remaja dan induk. Penangkaran ini dikelola oleh pihak swasta yaitu  CV. Surya Raya sejak tahun 1993. Setiap pengunjung dikenakan biaya Rp.15.000 per orang/dewasa dan Rp.10.000/anak-anak.

    Selama ini buaya dikenal sebagai hewan yang liar, buas, dan berbahaya. Di Penangkaran Buaya Teritip, pengunjung bisa melihat secara dekat gerak-gerik hewan amfibi tersebut.  Pengunjung dapat langsung memberikan makan berupa ikan dan ayam hidup kepada buaya yang ditangkar. Saat buaya-buaya berebut makanan, menjadi hal yang menarik perhatian pengunjung. Kalau jadwal pemberian makan buaya hanya dua kali dalam seminggu. Tapi, pengunjung bisa membeli satu ekor ayam seharga Rp 10.000 dan langsung memberikan makan kepada buaya-buaya yang ditangkar.

    Selain melihat proses pemberian makan buaya, pengunjung juga bisa menikmati wisata satwa lainnya, yaitu menunggang dua gajah Lampung yang ada di kompleks penangkaran buaya. Sebagai suvenir, bisa diperoleh berbagai cinderamata berbentuk buaya.

    Bagi yang hobi berwisata kuliner, di Penangkaran Buaya Teritip juga bisa mencicipi sate buaya yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan dan juga menjual tangkur buaya. Tapi, penjualan sate buaya, tangkur, minyak buaya, dan lain-lain hanya tersedia di akhir pekan atau hari libur.

    response / report this review
  • Anonymous
    04 September 2017

    Salah satu tempat rekreasi berupa tempat penangkaran buaya dan hewan lainnya

    response / report this review
  • Anonymous
    18 July 2017

    Dulu ada gajahnya, bisa di naikin.. Skrg dah gk ada Suasananya enak.. Cuman kurang perawatan.. Kayanya perlu ada perbaikan spy lbh nyaman.. Mohon bantuan buat pemerintah kota supaya di perbagus Kan buat penghasilan daerah juga.👍

    response / report this review
  • Anonymous
    05 May 2017

    Menarik, pengen lihat bagaimana saat panen yang setahun sekali, tapi sayang waktu panen tidak menentu bulannya.

    response / report this review
  • Anonymous
    14 April 2017

    Sayang tidak tertata bagus. Jauh lebih menarik yg di Kuching

    response / report this review
  • Anonymous
    10 February 2017

    Konsep tempat wisata yang menarik. Tapi sayang kebersihan, penataan, dan kenyamanannya masih kurang

    response / report this review
  • Anonymous
    09 February 2017

    8 tahun yang lalu tempat ini Ramai orang berkunjung dan tempatnya masih terawat . Dan sekarang kurang terawat😔

    response / report this review
  • Anonymous
    19 January 2017

    ok

    response / report this review
  • Anonymous
    05 January 2017

    tempat asik untuk mengenal lebih dekat hewan reptil buaya dan ada pula gajah asia. tempat sedikit kurang terawat dan sumber informasi madih minim

    response / report this review
  • Anonymous
    06 December 2016

    A good atraction is eating time of crocodiles

    response / report this review
  • Anonymous
    10 July 2016

    Jchi

    response / report this review
  • Anonymous
    22 June 2016

    Kurang terawat

    response / report this review
  • Anonymous
    08 April 2016

    Tempat penangkaran buaya yang mencapai ribuan. Bisa foto dg buaya, memberi makan dg ayam dan foto dengan gajah. Mungkin bisa ditambah lagi entertain nya supaya bisa lebih mengenal buaya misal museum..

    response / report this review
  • Anonymous
    09 January 2016

    Sesuai namanya, penangkaran buaya. Ditempat ini anda akan melihat kandang-kandang yg dipenuhi oleh ratusan ekor buaya. Untuk dapat masuk anda diharuskan membeli Tiket masuk seharga IDR 15,000 / orang (free untuk anak-anak) + IDR 5,000 jika anda membawa kendaraan roda 4.

    Bagi anda yang memiliki hidung sensitif, diharapkan membawa masker. Karena aroma disekitar kandang buaya cukup menggangu. Selain melihat buaya, anda juga bisa melihat gajah dan hewan primata. Serta juga tersedia souvenir khas penangkaran buaya.

    response / report this review
  • Anonymous
    15 April 2015

    Aku suka kebun binatang

    response / report this review

Rate & Write Reviews