Saya harap pemerintah kabupaten kudus merenovasi kembali stasiun kudus (wergu) dan mengaktifkan kembali jalur kereta api jurusan kudus, demak, pati, rembang, juwana, semarang, purwodadi Sehingga masyarakat kudus dapat menikmati transportasi kereta api, seperti pada jamannya dulu.
Stasiun Kudus, dibangun tahun 1883 oleh perusahaan swasta SJS (Samarang Juana Stoomtram Maatschappaij) untuk mengangkut hasil bumi dari kawasan Karesidenan Rembang termasuk kayu jati dari Blora maupun Rembang.
Stasiun ini akhirnya berhenti beroperasi tahun 1986 akibat kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya. Bangunan utama stasiun juga sempat jadi pasar sebelum direlokasi ke tempat, dipo lokomotif sendiri berubah fungsi sebagai ruko, gedung penyimpan hasil bumi sendiri berubah menjadi gedung futsal.
Reaktivasi jalur ini patut diperjuangkan agar menjadi moda transportasi masyarakat Kudus dan sekitar eks karesidenan Pati dengan jalur lama atau jalur baru.
Belum pernah merasakan naik kereta api di jalur ini.. tapi masih ingat dulu waktu kecil rel kereta api yang sampai ke jalur ini masih aktif dipakai.. entah itu mungkin bukan kereta penumpang mungkin hanya kereta pengangkut tebu milik PG Rendeng.. tapi masih ingat bahwa ada kereta yang lewat sepanjang rel di jalan R.Agil Kusumadya.. kemudian kereta itu menyebrang mulai sekitar kantor pajak ke arah timur jalan sampai sekitar depan RM lombok Idjo menuju hutan kota ke arah stasiun.. dan bantalan rel nya terbuat dari kayu bukan cor coran.. bahkan jalur rel yang menuju ke jepara melintasi sungai kaligelis juga masih ada lori yang lewat.. meskipun mungkin itu cuma lori lotrok mainan yang bergerak dengan penguggkit mudah2an suatu saat dihidupkan kembali jalur kereta di Kudus..
Stasiun Kudus dan Loko B52
Naamloze Veenotschap Semarang-Cheribonsche Stoomtram Maatschappij (NV. SCSM) membuka trayek pertamanya Semarang-Kalibrodi pada 2 Mei 1897.Perusahaan ini pernah mengimpor 27 unit lokomotif B 52 pada tahun 1908-1911 sebagai aramada pada lintas utama.
Alokasi terbesar B 52 berada di Tegal. Sebagian besar lokomotif B 52 bertugas di Eksploitasi Tengah Pulau Jawa, yakni pada lintas Tegal-Prupuk-Purwokerto-Kudus.
Berdasarkan PNKA, pada akhir tahun 1960 masih terdapat 27 unit lokomotif B 52, namun hingga akhir tahun 1970 hanya tersisa 15 unit. Namun kini, keberadaan lokomotif B 52 hanya tinggal dua saja. Lokomotif B 52 12 ada di Museum Transportasi TMII dan B 52 10 masih bisa dijumpai di Museum Kereta Api Ambarawa.
Dulunya stasiun. Lalu di jadikan Pasar Johar. Dan sekarang Pasar Johar di pindak ke Pasar Baru. Semoga di aktifin lagi stasiunnya. Supara bisa ngerasain naik kreta dari Kudus. Dan sekarang bangunanannya ditutupi sama lempengan seng, dan dibiarkan.
Dulu papan nama St ini yaitu koedoes yang sekarang Kudus. St ini pun akan dihidupkan kembali yeeeeeee!
Please make this place stay as before.. so much historical and memorial here. Thanks
Tempat bersejarah ini harusnya dilestarikan.jangan rusak dengan dibangun gedung baru atau bangunan baru.misal mall atau pasar modern.semoga ini tetap menjadi sejarah kota kudus.
Sejarah perkereta apian di Kudus wajib dipelajari bagi yang ingin tahu tentang kereta api Indonesia, masyarakat Kudus ingin stasiun ini diaktifkan kembali, karena pelayanan PT. KAI yang sekarang semakin bagus
Stasiun kudus baru yang dibuat 1919 oleh perusahaan SJS (semarang joana stoomtram),dibangunya stasiun kudus baru ini bertujuan menggantikan stasiun kudus lama dan agar mempercepat waktu tuju juga agar dapat menampung banyak calon penumpang dengan bangunanya yang lebih megah
Memprihatinkan.
Yang semula stasiun kereta api dialihfungsikan menjadi pasar 😒
Namun sekarang, pasar yang semula berada disitu sudah dipindahkan ke area pasar baru. Kemudian rencana akan direkonstruksi kembali menjadi stasiun kereta api. Semoga lekas terlaksana. Aaamiin.
kalok ini aktif buat jalur KRD atau KRL semarang sampek lasem lumayan. lagian ini bisa mengurangi kemacetan coy :D
Alih fungsi jadi pasar.. Meski memang jalur darat beralih lewat jalan tol, ada baiknya kudus punya jalur kereta api mengingat sering ada kemacetan dibeberapa titik area kudus karena pengguna roda 4 dari dalm maupun luar kota semakin meningkat Berharap jlur kerera api kembali hidup Biar saya bisa ke kudus tanpa hambatan
Nice place for selfie.
Sekarang tahun 2017 sudah di bongkar pasarnya kata orang dan pemerintah bekas stasiun aku di bongkar tidak jadi stasiun
Stasiun kudus dulu stasiun kereta api tapi sekarang udah jadi pasar. Nah , katanya stasiun itu akan di aktifkan lagi tapi kapan , ya
Cukup disayangkan walau sudah tidak menjadi stasiun.Tempat ini beralih fungsi menjadi pasar. Yang saya dengar-dengar akhir tahun 2019 tempat ini dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai Stasiun Kudus.
Sipp suka blnja dsni
Previously, this place was a train station. Current function is a traditional market. Historical place.
Rindu kalau pagi "ngebun" lihat kereta lewat ..
Kapan ada kerja keras pemerintah menfungsikan stasiun ini lagi ? ..
Pernah naik kereta api dari stasiun kudus ke semarang, sekitar tahun 1980 an. Nunggu keretanya lama banget, ashar baru sampe semarang.
Pemerintah seharusnya mengaktifkan jalur ka agar masyarakat jawa bisa lebih mudah mencapai tempat tujuan.
Wtf stasiun jadi pasar tolong dijadikan fungsi nya sebagai stasiun lagi karna sayang jika orang ingin kesini ga ada kereta jadi hrs naik bis sebagai pilihan nya atau bawa kendaraan pribadi
sedih. situs cagar budaya dikudus, bukti adanya jalur kereta api dikudus pada tempo dulu, cuma sayangnya tempat ini sekarang jadi pasar.
dua bintang sajalah kalo begitu
Pasar, bukan stasiun.
Pasar burung boss
Kapan kudus ono stasiun sepur meneh
Berarti udah g ada lg stasiun kudus nya ???
Tempat ini tepatnya disebut sebagai Bekas Stasiun Kudus.. Saat ini dialihfungsikan menjadi pasar burung dan aneka perdagangan kelontong lainnya seperti beras, sembako lain dan juga kios-kios penjualan sepeda bekas dan baru.
Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa kembali berfungsi menjadi Stasiun Kereta Api yang menghubungkan Kota-kota di Jalur PANTURA Jawa.
Dasar, itu stasiun apa pasar burung? Yang ada malah jadwal lomba burung bukan jadwal kereta api. Gara gara tidak aktif yang lewat bukan kereta api tapi malah burung & pedagang beserta pembelinya?