• Delete
  • Edit

About

Stasiun Leces is a train station, located at Jl. Raya Leces, Sumberkedawung, Leces, Probolinggo, Jawa Timur 67273, Indonesia

Location :
Jl. Raya Leces, Sumberkedawung, Leces, Probolinggo, Jawa Timur 67273

Added by Jopie, at 04 January 2015

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

13 Reviews

  • ISM Production
    26 April 2018

    Stasiun kecil di lokasi kecamatan di kabupaten Probolinggo yang cukup ramai, sehingga kereta api yang berhenti disini pun hanya 1 kereta api, tetapi stasiun ini bukanlah stasiun online, sehingga tidak melayani penjualan tiket kereta api. Untuk akses menuju stasiun ini pun tidaklah sulit

    response / report this review
  • Nazhar Ak
    21 April 2018

    Kehadiran kereta api pertama di Indonesia mulai hadir sejak Tanam Paksa hingga saat ini. Perusahaan yang dinasionalisasikan, Djawatan Kereta Api (DKA) berdiri setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 28 September 1945 atau sekitar sebulan setelah proklamasi. Di bawah ini adalah sejarah perkeretaapian di Indonesia pada rentang tahun 1875-1925 dan dalam bentuk sketsa.[1]
    Pra-kemerdekaan
    Gambaran keadaan kereta api di Indonesia pada masa
    djaman doeloe perlu dilestarikan, sehingga generasi mendatang bisa menghayati dan betapa pentingnya pembangunan kereta api. Memang pada masa itu nama
    kereta api sudah tepat, karena kereta dijalankan dengan
    api dari pembakaran batu bara atau kayu. Sedangkan sekarang sudah memakai diesel atau listrik, sehingga lebih tepat kalau disebut kereta rel , artinya kereta yang berjalan di atas rel dengan diesel ataupun listrik. Informasi tersebut sangat langka.
    Setelah Tanam Paksa diberlakukan oleh van den Bosch pada tahun 1825 - 1830 , ide tentang perkeretaapian Indonesia diajukan dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi dari Sistem Tanam Paksa tersebut. Salah satu alasan yang mendukung adalah tidak optimalnya lagi penggunaan jalan raya pada masa itu. Akhirnya, pada 1840 , Kolonel J.H.R.
    Van der Wijck mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api di Hindia Belanda. [2]
    Kereta api pertama di Indonesia dibangun tahun 1867 di Semarang dengan rute Samarang - Tanggung yang berjarak 26 km oleh NISM, N.V. ( Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) dengan lebar jalur 1.435 mm (lebar jalur SS - Staatsspoorwegen adalah 1.067 mm atau yang sekarang dipakai), atas permintaan Raja Willem I untuk keperluan militer di Semarang maupun hasil bumi ke Gudang Semarang. Kemudian dalam melayani kebutuhan akan pengiriman hasil bumi dari Indonesia, maka Pemerintah Kolonial Belanda sejak tahun 1876 telah membangun berbagai jaringan kereta api, dengan muara pada pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Semarang meskipun strategis, tetapi tidak ada pelabuhannya untuk barang, sehingga barang dikirim ke Batavia atau Soerabaja.
    Pembangunan pertama[3]
    Kehadiran kereta api di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jumat tanggal 17 Juni 1864 , oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda , Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij" (NIS) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
    Kereta listrik pertama beroperasi 1925, menghubungkan
    Weltevreden dengan
    Tandjoengpriok.
    Keberhasilan swasta, NIS membangun jalan KA antara
    Stasiun Samarang - Tanggung , yang kemudian pada tanggal
    10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang -
    Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.
    Perkembangan di luar Jawa[

    response / report this review
  • Fauzul Rizal
    29 January 2018

    Hanya kereta api Probowangi saja yang melayani naik turun penumpang di stasiun ini.

    response / report this review
  • Dian Purnama
    07 October 2017

    Stasiun kecil kelas kecamatan cocok utk kereta api ekonomi.

    response / report this review
  • Bayu Andrianto
    16 September 2017

    Nice place for see trains

    response / report this review
  • Ali Mahbub
    07 September 2017

    pertama kali naek kreta dr sini

    response / report this review
  • Amalun Saleh
    19 July 2017

    Stasiun kebanggaanku!!!

    response / report this review
  • Haris Faturrahman
    16 April 2017

    Stasiun kecil kebanggaan masyarakat leces

    response / report this review
  • Sumar Lap
    10 March 2017

    Saya suka stasiun leces krn setiap sore si kecil selalu ngak liat kereta di stasiu leces. Bersih dan rapi

    response / report this review
  • Snorkeling Advanture Gili Ketapang
    16 February 2017

    nice

    response / report this review
  • Nasrul Hakim
    22 January 2017

    FAHIN

    response / report this review
  • Outbound Kampoeng
    22 November 2016

    Perjalanan panjang dan tak ada smoking area dikereta

    response / report this review
  • Fatos Jazz
    11 January 2015

    Jalan berlobang hati hati

    response / report this review

Rate & Write Reviews