Situs Desaku @Terjan
Situs pra sejarah yg ada di daerah terjan,kragan Rembang
Desa Terjan dapat dikunjungi dari Rembang menuju ke jalan pantura Desa Pandangan sejauh 6 km ke arah selatan. Setibanya di desa Sedan, pengunjung dapat berbelok ke kanan sejauh 1 km, di desa inilah terdapat Situs Terjan.
Masyarakat Terjan sendiri tidak begitu mengenal apa itu Situs Terjan. Mereka lebih mengenal makam Mbah Dresmo yang terletak pada sebuah Bukit Selodiri ini, itupun terbatas. Hanya generasi tua saja yang mengenal makam tersebut. Masyarakat Terjan lebih mengenal tokoh Buyut Kandut.
T beberapa pemimpin formal di desa Terjan ini. Dimulai pada tahun 1811-1936, desa Terjan dipimpin oleh Gacon Surodiwongso alias H. Abdul Manaf. Gacon dikenal Orang Terjan selaku orang yang badannya tidak mampu ditembus peluru. Pada periode berikutnya, Suromadi menggantikan Gacon sebagai pemimpin sejak tahun 1936-1964. Tokoh ini dikenal memiliki penguasaan seni beladiri pencak silat. Pada periode berikutnya tahun 1945-1968, Kaelani memimpin desa Terjan yang pada saat itu berafiliasi dengan partai komunis. Hingga pada periode 1965-1988 Terjan dipimpin oleh Tasmuri. Selanjutnya Darsono menjadi pemimpin formal di desa ini, hingga Abdul Hadi hingga sekarang.
Pada saat penjajahan Belanda, pihak kolonial melarang keras tokoh desa maupun masyarakat untuk melestarikan situs. Belanda khawatir dengan keterlibatan tokoh lokal dalam melestarikan situs, pengaruh tokoh lokal semakin tidak terkendali dalam melawan kolonial. Mulai saat itulah para pengikut situs tidak lagi berhubungan dengan situs megalitik ini. Hal senada juga diungkapkan para informan, dimana setiap suksesi dalam memilih Kepala Desa, para calon pemimpin desa ini justru mendatangi punden desa yang letaknya ada di sebelah utara.
Masyarakat Terjan sangat meyakini bahwa di punden itulah tempat bersemayamnya sosok yang bernama Buyut Kandut. Masyarakat Terjan meyakini Buyut Kandut adalah cikal bakal terbentuknya desa Terjan, bukan Situs Terjan. Buyut Kandut adalah tokoh desa yang berhasil membuat sumur untuk mencukupi kebutuhan akan air minum untuk masyarakat Terjan.
Situs Terjan di masa lalu sering dijadikan sebagai tempat sembah yang oleh masayarakat di luar daerah Situs Terjan, tepatnya masyarakat Tuban. Dengan cara duduk bersila menghadap ke arah timur, membakar dupa, dan membawa sesaji, sembari memanjatkan doa. Beberapa perlengkapan sembahyang diantaranya; bunga, minyak wangi, makanan/ tumpeng, dan buah-buahan. Mereka meyakini ada roh-roh yang akan membantu mereka mencapai apa yang mereka inginkan di dunia, misalnya kekayaan, pangkat atau jabatan dan sebagainya. Mereka memanjatkan doa untuk mengharap akan kesejahteraan hidup, kesuksesan, kekayaan, dan dikabulkan apa yang menjadi hajatnya. Apabila doa yang dipanjatkan terkabul, mereka melakukan syukuran sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada Situs Terjan.
situs prasejarah di rembang