• Delete
  • Edit

About

SMP Negeri 1 Barabai is a school, located at Jl. SMP No.11, Barabai Darat, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan 71315, Indonesia. They can be contacted via phone at +62 812-5075-9922 for more detailed information.

Location :
Jl. SMP No.11, Barabai Darat, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan 71315
Contacts :

Added by Jopie, at 25 March 2015

Gallery

Add missing information

Add email
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

8 Reviews

  • Mutia Awwalin
    25 September 2017

    Sekolah adiwiyata nasional

    response / report this review
  • Mhinan Elka
    07 August 2017

    Bagus

    response / report this review
  • Nisrina Najla
    30 May 2017

    Sudah alumni. Sekolah disini sangat berkesan.

    response / report this review
  • Lanakalsel Kalsel
    30 September 2016

    Mantap..

    response / report this review
  • Muhammad Yusuf
    25 May 2016

    sangat menyenangkan menjadi siswa di SMPN 1 Barabai.karena disana sekolah yang berbasis lingkungan.

    response / report this review
  • Irwan Gladiator
    14 March 2016

    Sero sekali

    response / report this review
  • Rohya Amanatul Akhairini
    04 April 2015

    Bersekolah di SMP Negeri 1 Barabai sangat asyik dan menyenangkan. disana kita bisa dapatkan teman yang baik dan ramah. Bapak dan ibu gurunya juga baik. pertama kali aku masuk di SMPN 1 Barabai , aku sangat pemalu dan pendiam. karena, aku belum kenal banget sama orang-orang disana, tapi sekarang aku ngga malu lagi. soalnya orang-orang disana tuh baik bangeet

    aku sangat senang, apalagi waktu aku diberi penghargaan pertama kalinya disana. penghargaan yang gue dapat pertama kali di SMPN 1 Barabai itu adalah menang lomba LKBB ( lomba ketangkasan baris-berbaris ) sama teman-temanku.

    aku merasa bangga banget, karena aku udah mampu membangga'in sekolah ku sendiri. walaupun penghargaannya baru sekali. hhheee

    response / report this review
  • Roby Boyz
    01 April 2015

    BATU MENANGIS

    Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.

    Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

    Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

    Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

    Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

    Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
    Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
    "Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
    Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
    "Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
    "Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
    Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

    Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

    "Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia."
    Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

    " Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. IbuIbuampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".

    Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    response / report this review

Rate & Write Reviews