Mantap
Termasuk sekolah tertua yang ada di sekitar Ganding. Rata-rata masyarakat Ganding pernah bersekolah di sekolah ini.
Saya bersekolah di sana sekolahan ini sangat maju dan sangat fenomenal di seluruh kecamatan ganding
SDN Bataal Barat I Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep berdiri sejak tahun 1911 pada masa penjajahan Belanda. Sebagian unit bangunan masih kokoh berdiri sebagai bukti sejarah walau menyisakan kekelaman masa lampau.
Berdasar pitutur masyarakat sekitar, pada masa penjajahan Belanda, lokal sekolah dijadikan area penyiksaan bagi orang-orang yang dianggap ektremis terhadap Belanda. Begitu juga pada masa pendudukan Jepang, menjadi ajang penyiksaan terhadap masyarakat yang tidak mau diperlakukan sebagai romusha. Sehingga simbahan darah yang memenuhi lantai dan sudut-sudut ruangan serta percikan darah yang meronai dinding-dinding sekolah menimbulkan aroma anyir nan tak sedap bagi lingkungan disekitarnya. Inilah lembaran buram yang telah menyisakan kepedihan dan kegetiran pada masa lampau sekaligus bukti sejarah atas penindasan hak azasi manusia sebagai masyarakat, bangsa dan negara.
Setelah memasuki masa perang kemerdekaan, keberadaan lembaga ini dijadikan sebagai tempat mendulang ilmu yang lambat laun kian dirasa oleh sebagian masyarakat sekitar. Berbagai sistem dan model secara berkelanjutan tetap diupayakan dalam rangka menyemai benih-benih pendidikan di Kecamatan Ganding secara makro, dengan harapan agar suatu saat, seiring dengan perjalanan zaman, para alumni mampu mewarnai masyarakat, bangsa dan negara menuju mahligai “Masyarakat Madani”.
Semangat “Ajala Sottra” yang diwarisi Pangeran Joko Tole menjadi spirit etos kerja lembaga ini dalam menitikembangkan “nilai rasa” pendidikan bagi para alumni serta sikap “nyagara” yang ditanamkan para pendahulu pendidikan di lembaga ini, menjadi modalitas keluarga besar SDN Bataal Barat I Kecamatan Ganding untuk berbaur dengan masyarakat yang masih kental dengan budaya “Andhap Asor” sebagai upaya pencitraan peran serta masyarakat dalam pendidikan.
Intrik klenik yang melekat pada masyarakat sebagai bias taqorrub Ilallah “Ju’ Langgundi dan Asta Somber Pajung” dan kezuhudan “Bindara Saod” serta percikan religitas “Masjid Kona Parebaan” sebagai tonggak pertama pesantren di Kecamatan Ganding terlebih spektrum kewira’ian allamah “Pondok Pesantren Al karawi” yang menjelajah Kabupaten Songennep, menjadi kekuatan emosional-spiritual keluarga besar SDN Bataal Barat I Kecamatan Ganding untuk berbuat, bekerja dan berkarya, walau sebiji magi’-pun hendak dipersembahkan pada masyarakat.
Seiring dengan era masa kemerdekaan, lembaga ini telah mengalami beberapa renovasi walaupun tidak merubah nuansa keasliannya, keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat terhadap lembaga ini dibuktikan dengan pendirian lokal gedung berkapasitas 3 (tiga) ruang kelas yang bersumber dari swadaya murni masyarakat serta partisipasi aktif beberapa tokoh masyarakat.
Semula, lembaga pendidikan yang berada diatas tanah seluas 1.575 meter ² ini, bernama SDN Sumber Payung yang kemudian berubah namanya menjadi SDN Bataal Barat I – menyesuaikan nama desa – berkembang menjadi 2 (dua) lembaga pendidikan yaitu SDN Bataal Barat II. Namun pada perkembangan selanjutnya, sesuai Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Sumenep Nomor 188/33/Kep/435.013/2007 Tanggal 29 Januari 2007, lembaga SDN Baataal Barat II diregrouping sekaligus difusikan kedalam SDN Bataal Barat I.
Lembaga ini telah melahirkan beberapa lulusan yang pernah menempati posisi strategis baik dilingkungan eksekutif maupun legislatif serta beberapa dinas di Kabupaten Sumenep bahkan beberapa kabupaten didalam dan diluar Madura serta berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat di dalam maupun diluar Kabupaten Sumenep. Bahkan beberapa alumni sempat mengenyam pendidikan di luar negeri.
(Rudy Sabda Alam)