Salah satu perusahaan terbesar di asia tenggara (katanya) hanya sayang, Kahatex membawa dampak besar negatif bagi lingkungan di sekitarnya dengan membuang limbah cair ke lingkungan.
Kemacetan parah sering terjadi dimana saat jm pulang pt khtex yg terbagi 3 shift (pagi,siang,malam).
Banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di pinggiran jalan basional 3 membuat kemacetan di jl nasional 3 rancaekek ditambah pengemudibangkot yang memarkirkan kendaraannya untuk mrncari penumpang di pt khatex menambah panjang kemacetan bisa mencapai 2km
Mohon dinas2 terkait mengambil tindakan tegas jangan pas napak presiden lewat baru pkl di tertibkan kami masyarakatpun perlu di perhatikan untuk menggunakan fasilitas jalan umum.
Flood.. traffic jam.. yet and still biggest Indonesia's tekstile factory
no more CSR
Jam msk ato keluar karyawan..macetnya poollapa lg pas byran kary.duileeh maceeeett weee
Jlnnya sll macet pas keluat ato jam msk karyawan.
Sll banjir saat ujan
Mega Pabrik TEXTILE TERBESAR se ASIA TENGGARA ada nya di SUMEDANG - BANDUNG 👍
Salah satu tempat/Pabrik dimana banyak pelamar pekerjaan mencari lowongan
kebanyakan yang menjadi pekerja adalah dari lingkungan sekitar, tetapi ada juga yang berasal dari luar daerah
menurut sumber yang merupakan karyawan, ada sistem masuk dengan bantuan aparat " WARGA " sekitar dengan membayar sejumlah uang terlebih dahulu agar diterima bekerja
di depan pabrik tepatnya di badan jalan ada yang berjualan makanan menutupi trotoar
jika pada waktu hari gajihan yang sistemnya 2 minggu sekali, maka yang berjualan akan lenbih banyak bahkan menutupi sebagian area jalan, menimbulkan kemacetan
pada jam keluar karyawan, maka lalulintas akan macet karena tidak adanya pengelolaan/ pengaturan lalu lintas
rawan banjir
Seru jalanan kaya sungai nil :D
Jl nasional yg menghubungkan bandung garut slalu banjir setiap hujan lebat.lalulintas lumpuh total
Payah!!! Ga Ada tindakan masalah banjir!
Car Rental needed
Pernah kerja
Keren
Lumayan bikin macet..kalau pas bubaran..
Knapa gk di tindak lanjuti jalan bisa banjir parah ya