Tempat penggilingan tebu menjadi sari gula pabrik buatan belanda yg masih terjaga dan kokoh bisa juga utk berfoto2
Pabrik Gula Rendeng di Kudus punya nilai historis semanis gulanya bagi pengelolanya ttp sepahit ampas tebunya bagi rakyat. Pabrik yg dibangun penjajah kolonial Belanda meninggalkan kisah duka pagi petani tebunya yg tiap tahun menimbulkan masalah besarnya rendemen tebu yg disetor. Dipastikan ada protes dari petani soal besaran rendemen yg menurut mrk tdk sesuai. Belum lagi utk mendptkan jatah tebang lorinya dijadikan komodite oknum pejabat utk keuntungan dirinya. Bagi rakyat tiap tahun selama PG giling biasanya mulai bln Mei kebagian jatah polusi udara dan limbah cair buangan yg msk irigasi umum. Sekarang polusi udara sdh lumayan sejak direnovasi. Sedangkan polusi limbah cairnya yg panas yg menderita adalah rakyat sepanjang aliran sungai buangan. Lebih2 saat overhaul mesin baunya limbahnya seperti telur busuk yg berhari2 harus dinikmati warga. Protes? Sdh bnyk dilontarkan tapi faktanya tiap tahun ya spt itu. Bahkan ada bupati yg menyatakan bkn salah pabrik krn sdh berdiri sejak penjajahan. Pabrik ini juga menarik wisatawan manca negara. Terutama dari Belanda untuk nostalgia dg keluarganya. Mrk ada hubungan emosional krn pernah bekerja di pabrik tsb. Bahkan mrk sempatkan foto selfi di depan Lokomotip uap jadul yg masih digunakan utk melangsir lori tebu. Sekarang sdh diganti dg disel. Yg menarik sejak di kelola PTP tiap tahun selalu rugi shg sering ganti administraturnya. Lalu diganti model BUMN dan malah dilengkapi dg Cafe dilingkungan pabrik utk umum.
Pabrik gula yang sudah ada berbarengan dengan liberalisasi tanah di jawa ini hingga kini masih eksis berproduksi. Meskipun kapasitas produksinya tidak bisa sebanyak dulu. Setidaknya pabrik ini menjada salah sebuah tengara akan kejayaan industri gula di jawa.
Bangga deh punya pabrik gula seperti pg rendeng. Lebih baik kalau mengeluarkan produk gula nol kalori seperti t*opi*a*a sl*m, agar tak lekang oleh zaman now
Tempat bersejarah.harus tetap beroprasi. Jangan sampai tutup.
Peninggalan bersejarah yang masih beroperasi dan patut dijaga kelestariannya.
Ok
Pabrik Gula Rendeng merupakan pabrik gula peninggalan pemerintah Belanda. Pabrik ini didirikan oleh kolonial Belanda pada tahun 1840. Konon, pada awal pendiriannya pabrik ini memiliki nama Mirandolie Voute & Co atau Rendeng Suiker Fabrik.
Pada tahun 1958 pabrik ini diambil alih oleh Pemerintah Indonesia, sebagaimana pengambilalihan perusahaan-perusahaan milik Belanda lainnya.
Karena merupakan peninggalan pemerintah Belanda, maklum jika arsitektur bangunan Pabrik Gula Rendeng memiliki gaya arsitektur Belanda dengan pintu dan jendela besar.
Meski berusia lebih dari satu setengah abad, pabrik Gula Rendeng masih beropersasi dengan baik.
Bangga Kudus ada pabrik gula ..
Dulu pernah berjaya , , ,
Itulah peninggalan sejarah belanda,sama kayak pg m0jo sragen
Pabrik gula terkenal di Kudus.
Pabrik gula dikota kudus
Biasanya jadi trend area bagi anak-anak muda berselfie-ria 😁