Cold
Alhamdulillah sekarang sdh lumayan luas parkiran y..
Tapi untuk jalan masuk k dalam agk sedikit berlubang kin krn blm d perbaiki..
Menuju tempat wisata nya kita jln kaki dr tmpt parkir,tdk terlalu jauh,lokasi msh asli,sebaiknya pk sandal terepes saja,krn kl musim hujan jln anak tangga licin,,parkir luas untuk mobil.sblm msk kena bea msk mobil,bea parkir kendaraan.
Tempatnya lumayan besar untuk parkir kendaraan dan bersantai di kiri kanannya ada warung makanan
Tempat parkir kendaraan mobil dan motor untuk para pengunjung wisata batu Quran, dan Cikoromoy. Tempat parkir tidak layak karena tidak sesuai dengan tingginya harga parkir. Utk mobil rp. 10rb, utk motor rp. 5rb. Dan banyak pungutan liar di sekitar wisata ini
seger tenan mandi d sana,sampai menggigil kedinginan n bisa napak tilas sejarah
Dalam catatan sejarah, awal mula munculnya pemandian Batu Quran yang terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang berkaitan erat dengan Syekh Maulana Mansyur, ulama Bantenyang terkenal di abad ke 15.Konon lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekkah.Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul bersama dengan air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Banyak orang menyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam zam.Syekh Maulana Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan salat dua rakaat di dekat keluarnya air tersebut.Selesai salat Syekh Maulana Mansyur kemudian mendapat petunjuk untuk menutup air tersebut dengan Alquran.Atas izin Allah air tersebut berhenti mengucur dan Alquran tersebut berubah menjadi batu sehingga dinamakan Batu Quran.
Tolong untuk pemandian tempat wanitanya jangan ada laki² yg masuk-_- terus juga kenapa pembayarannya banyak bgt, kalau perlu bayar untuk perempuannya sekali ajaa.
Wisata ruhani yg tak dpt di lupakan,dan tak lepas dari pembing kami dari futuhul arifin
Tolong untuk pemandian tempat wanitanya jangan ada laki² yg masuk-_- terus juga kenapa pembayarannya dikurangi yaa.
Tempat wisata relizi biar hati dan pikiran tenang mengingat kebesaran Allh SWT
sangat baik untuk mengenal para syuhada pendahulu kita.sayang tempat menuju kesana kurang luas.banyak mbl angkot parkir sembarangan
Ok
Indah tempat ya air ya pun jernih lagi. love cikoromoy
Tempat yg kurang tertata rapi, terkesan semrawut, padahal kalo di tata dengan rapi bisa mendatangkan pendapatan buat warga dan daerah
Tepat pemandian batu kuran airnya bening walau tepatnya kecil ini temoat bersejarah
Destinasi religi
Luad
Situs petilasan Syech Mansyurudin salah satu keluarga kerajaan Banten dalam rangka penyebaran Agama Islam di Banten, beliau wafat dan dimakamkan di Cikadueun 20 km kearah selatan, tepatnya di dekat daerah Saketi.
Keren abis
Mantap dan bagua
Menuju
Jk