Good place and comfort
So traditional of bima here
There no convenience store around there.
The rooms are not well maintained. Rusted wash bowl, closet, and bath tub. Unsecured door, I found there was big gap in the door that someone could peep. Unproffessional owner and staffs, as they have blurred job desk. They barely differentiate banquet staff, housekeeping, and cleaner. They dont even have special person in charge in check in counter. Give the stars for the good food and views though.
Hotel sekaligus tempat berburu oleh-oleh khas bima terutama tenunx tp memang hargax bsa d bilang mahal dr tempat yg lain.
Harga terlalu mahal utk hotel seperti ini. Banyak nyamuk, siaran tv hanya channel lokal, tidak terima kartu kredit, breakfast gak enak bgt.
Ekspresif menampilkan kekhasan Bima. Diantaranya tersedia kamar diatas panggung kayu. Juga ada menjangan yang lalu lalang di halaman. Souvenir khas juga ada. Namun demikian, jangan berharap kesempurnaan untuk layanan dari hotel ini dan seluruh hotel hotel yang ada di kota Bima, Dompu, Sumbawa. Masih jauh bila dibandingkan dengan Bali. Teruslah berbenah para pelaku bisnis hotel dan pariwisata Bima. Semangat.
pilihan terbaik utk hotel dengan pusat oleh2 bima
Bagus souvenir nya. Hotelnya juga bersih.
Tatabahasa dan kesopanan masih jauh dari ramah dari pemiliknya yg masih muda.. saya dan istri memang hanya belanja souvenir mutmainah. Ceritanya sore jam 5 sore bulan juli 2016 saya dan istri blanja kain songket dan kaos2, setelah pilih2 langsung membawa ke kasir, dan ditotal harga 400rban tanpa ada rincian harga. Krn saya pikir smua barang sudah ditotal saya bayar aja dan pulang tanpa periksa kelengkapannya. Tapi apesnya kain songket nya tidak disertakan, krn sudah malam saya putuskan untuk kembali menanyakan besoknya, dan terkejutnya saya.. dari mulut seorang pemilik (wanita umur 30an) dia bukannya minta maaf, malah dgn nada tinggi dan jutek balik bilang "ia kemarin itu karna blm dibayar makanya ga dimasukin ke plastik blanja" nahh.. yg totalin siapa ? Saya kan taunya simpan barang ke kasir (yg pemiliknya itu sendiri) trus ditotalin dan bayar. Kalo ada struknya sih saya masih bisa cek dulu. Udah gitu setelah ditotal ulang, ada barang yg salah ditotal oleh cewek yg jutek itu. Jadi yg salah siapa? Bukannya disambut ramah, dan minta maaf, saya sudah habis waktu bolakbalik, sebagai orang bima saya sangat malu dgn istri saya yg orang jawa. Harusnya dgn statusnya sbg toko souvenir bima, dia harus bisa mewakili keramahan warga bima kepada wisatawan. Contohlah bali lombok dgn senyum keramahan warganya bikin wisatawan betah. Dan dgn sendirinya akan merekomendasikan wisata bima ke kerabatnya.
Tatabahasa dan kesopanan masih jauh dari ramah dari pemiliknya yg masih muda.. saya dan istri memang hanya belanja souvenir mutmainah. Ceritanya sore jam 5 sore bulan juli 2016 saya dan istri blanja kain songket dan kaos2, setelah pilih2 langsung membawa ke kasir, dan ditotal harga 400rban tanpa ada rincian harga. Krn saya pikir smua barang sudah ditotal saya bayar aja dan pulang tanpa periksa kelengkapannya. Tapi apesnya kain songket nya tidak disertakan, krn sudah malam saya putuskan untuk kembali menanyakan besoknya, dan terkejutnya saya.. dari mulut seorang pemilik (wanita umur 30an) dia bukannya minta maaf, malah dgn nada tinggi dan jutek balik bilang "ia kemarin itu karna blm dibayar makanya ga dimasukin ke plastik blanja" nahh.. yg totalin siapa ? Saya kan taunya simpan barang ke kasir (yg pemiliknya itu sendiri) trus ditotalin dan bayar. Kalo ada struknya sih saya masih bisa cek dulu. Jadi yg salah siapa? Bukannya disambut ramah, dan minta maaf, sebagai orang bima saya sangat malu dgn istri saya yg orang jawa. Harusnya dgn statusnya sbg toko souvenir bima, dia harus bisa mewakili keramahan warga bima kepada wisatawan. Contohlah bali lombok dgn senyum keramahan warganya bikin wisatawan betah. Dan dgn sendirinya akan merekomendasikan ke kerabatnya.
RUMAH OLEH OLEH KEBUDAYAAN BIMA
Suasana tempatnya cukup menarik, afa ruang pertemuan yg cukup besar, lengkap ada penjualan khas Bima, cukup nyaman, harganya cukup sedikit merogoh kantong.