Bangunan museum saat ini (saat saya berkunjung, 23/9/2017) tidak memiliki koleksi alias kosong. Oleh karenanya belum tersedia fasilitas di dalamnya dan belum terbuka. Sehingga hanya dipamerkan sebagai "ikon" Lebak saja. Banyak yang kecewa setelah datang kesini karena tidak mengetahui informasi tersebut terlebih dahulu. Pun demikian, tidak terpajang pengumuman terkait hal tersebut. Anda harus bertanya pada petugas perpustakaan yang berada di samping bangunan museum ini untuk tahu hal itu. Semoga pengalaman dari saya ini membantu, bagi yang penasaran sama rekam jejak latar belakang novel "Max Havelaar". P.S: Lebak sekarang tidak jauh berbeda dengan Lebak yang digambarkan dalam karya Multatuli tsb, hanya lebih banyak kendaraan bermotor.
Enak tempatnya asri,sejuk, indah deh pokoknya
Desain tempatnya jga cantik
Senang dapat menyaksikan betapa Multatuli dari Lebak kembali ke Lebak dalam ruang dan suasana bernama: Multatuli. Museum edukatif, historis, dan informatif. Selamat
If you get bored from Jakarta, you can go this place to chill out. Use a direct KRL train from Tanah Abang to Rangkas Bitung Station. I takes around 2 hours of journey. It is nice, quite, traditional, and different, compare to Jakarta.
Walau belum dibuka secara resmi, museum ini sudah banyak yang mengunjungi buat berfoto-foto. Dulunya gedung BKD tapi kemudian diubah jadi museum pertama dan satu-satunya di Lebak, atau bahkan di Banten.
Multatuli dari Lebak dan akan kembali ke Lebak. Tempat ia kembali setelah 160 tahun meninggalkan Lebak: Museum Multatuli.
You should go to this place, it's interesting place to visit.