• Delete
  • Edit

About

Museum Bank Indonesia is a museum, located at No., Jl. Nipah No.1, Berok Nipah, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Location :
No., Jl. Nipah No.1, Berok Nipah, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat

Added by Jopie, at 07 July 2016

Gallery

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

8 Reviews

  • Joko Yuwono
    20 April 2018

    Awalnya, gedung Museum Bank Indonesia ini merupakan Kantor De Javasche Bank (DJB) Padang, atau dalam bahasa Belandanya De Javasche Bank Agentschap Padang. DJB Agentschap Padang merupakan kantor cabang DJB yang ke-3 setelah kantor cabang Semarang dan Surabaya, serta merupakan kantor cabang yang pertama di luar Pulau Jawa, didirikan pada tahun 1930, gedung ini dibuka pertama kali pada 29 Agustus 1864 dengan direktur pertamanya bernama A.W Verkouteren.

    Seiring Padang berkembang menjadi kota perdagangan dan militer di pesisir Barat Sumetera antara abad ke-18 sampai abad ke-19, menjadikan Padang sebagai pintu utama perdagangan dan keuangan di Sumatera pada saat itu. Kondisi ini yang menyebabkan direksi DJB memutuskan untuk memperbarui gedung yang lama dengan gedung yang lebih modern pada tahun 1912. Karena terganjal perizinan, mengingat daerah tersebut direncanakan menjadi areal pelabuhan, maka baru bisa direalisasikan pembangunannya pada 31 Maret 1921.

    Pembangunan gedung BI di kawasan Muaro melibatkan biro arsitek ternama dari Batavia, NV Architecten-Ingenieursbureau Fermont te Weltevreden en Ed Cuypers te Amsterdam, atau biasa disingkat menjadi Biro Fermont-Cupers. Pada tahun tersebut, nama Hulswit sudah tidak dicantumkan lagi pada nama biro tersebut karena Hulswit sudah meninggal. Biro ini mengerjakan mulai dari desain gedung sampai kepada pelaksanaan fisik gedungnya. Gedung ini rampung, dan mulai difungsikan pada tahun 1925. Kemudian Gubernur DJB di Padang kala itu dijabat oleh Mr. L.J.A. Trip.

    Bangunan DJB Padang ini memiliki kemiripan desainnya dengan DJB Kediri. Gedung ini bergaya arsitektur modern yang telah disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, ciri yang menonjol adalah bagian atapnya menyerupai atap masjid. Atap berbentuk limasan dengan bagian puncaknya berbentuk kubah. Atapnya terbuat dari genteng. Pintu masuk berada di tengah yang menghadap ke timur. Sekeliling dinding bangunan terdapat jendela kaca yang diberik jeruji besi, jendela dibuat ramping dan tinggi. Di bagian depan terdapat 9 buah jendela, di bagian samping masing-masing ada 4 buah jendela yang sama. Bangunan ini berdenah segi empat. Di bagian muka, bagian tengah agak menjorok keluar. Arsitektur bangunan ini sedikit banyak dipengaruhi juga dengan gaya bangunan joglo. Hanya saja, pintu-pintunya yang lebar dan tinggi ini mengadopsi gaya Eropa.

    Pada masa pendudukan Jepang, gedung DJB pernah diambil alih dan kemudian diganti menjadi Nanpo Kaihatsu. Pada Oktober 1945, Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu. Beberapa wilayah di Indonesia berhasil dikuasai Netherlands Indies Civil Administration (NICA), termasuk di antaranya Padang. Pada 23 Oktober 1947 DJB Agentschap Padang kembali dibuka oleh NICA.

    Pada 19 Juni 1951 pemerintah membentuk Panitia Nasionalisasi DJB untuk mengatur pembelian saham DJB yang diperdagangkan di Bursa Efek Amsterdam. Lalu, pada 3 Agustus 1951 pemerintah mengajukan penawaran kepada para pemilik saham DJB. Dalam waktu dua bulan, hampir seluruh saham DJB terbeli.

    Akhirnya pada 1 Juli 1953, lahirlah Bank Indonesia melalui UU No. 11/1953 menggantikan DJB dan merupakan bank sentral milik Indonesia dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, DJB Agentschap Padang berubah menjadi BI Cabang Padang dan gedung ini tetap digunakan sampai 2 Januari 1977. Setelah itu BI Cabang Padang pindah ke Jalan Jenderal Sudirman No. 22 Padang, karena gedung yang lama sudah tidak dapat menampung kegiatan yang ada. Bangunan kokoh dan indah ini merupakan aset yang berharga bagi sejarah perbankan di Indonesia.

    response / report this review
  • Dedet Saugia
    13 April 2018

    Bangunannya sangat unik, jika masuk ke ruang bawah tanahnya kita bisa melihat tempat penyimpanan dan pemusnahan uang pada zaman dahulu.
    tapi sangat disayangkan bangunan ini tidak difungsikan dengan baik, seharusnya bisa dibikin musium Bank BI, tp malah di anggurin seperti ini

    response / report this review
  • Kelvin Stefanus
    29 March 2018

    Arsitektur nya bagus banget dari luar

    response / report this review
  • Feri Yanto
    12 March 2018

    Sangat bersejarah

    response / report this review
  • Rudy Hermansjah Tahir
    07 February 2018

    Dikerjakan oleh kontraktor Hulswitt-Fermont-Cuypers Architechten & Engineeren Beureau dari Batavia,pada 31 Maret 1921,tahun 1925 gedung baru De Javasche Bank mulai difungsikan. Pada saat itu Gubernur De Javashce Bank dijabat oleh Mr. L.J.A Trip.
    Arsitektur bangunan ini sedikit mengambil gaya rumah pendopo Jawa. Pintu-pintunya dibuat lebar dan tinggi bergaya Eropa, dan puncak atapnya berbentuk seperti kubah masjid.
    Di depannya ada sebuah monumen berupa tugu kecil yang dibangun untuk mengenang Ir. Willem Hendrik de Greve, ahli pertambangan Belanda yang mati hanyut ketika melakukan penelitian di Batang Kuantan pada tahun 1872. Ini karena areal tempat gedung ini dibangun berada di kawasan Taman De Greve, dan salah satu dermaga di Pelabuhan Muara diberi nama De Grevekade.
    Pada 1 Juli 1953, menyusul kemerdekaan Indonesia, fungsi dan operasi De Javasche Bank di seluruh Indonesia diambil alih oleh Bank Indonesia (BI). BI menggunakan gedung ini untuk operasionalnya sampai tahun 1977.

    response / report this review
  • Filbert Taniko
    03 September 2017

    You can only come here to take picture.

    response / report this review
  • Tri Harsono
    19 March 2017

    Mosium bank indonesia

    response / report this review
  • Herry Hermawan
    14 July 2016

    Lokasi dekat jembatan Siti Nurbaya.salahsatu heritage kota Padang

    response / report this review

Rate & Write Reviews