Heritage place
Perlu dana pemerintah untuk pelestarian bangunan2 bersejarah di Indonesia
Masjid Jami Sultan Nata ( Sultan ke 17 dari Kesultanan Sintang ) didirikan pada hari Senin 12 Muharam 1883 H atau 10 Mei 1672. Pembangunan itu bertepatan dengan penobatan Sultan Nata sebagai raja. Saat dinobatkan, usianya baru sepuluh tahun dan langsung dianugerahi gelar Sultan Nata Muhammad Syamsudin Sa’adul Khairiwaddin, raja Sintang ke-19 sekaligus menjadi raja Islam ke-3 dalam sejarah Kesultanan Sintang
Wisata rohani
Tidak lengkap rasanya menginjakkan kaki di Kota Sintang, tanpa mengunjungi Mesjid Jami Sultan Nata, yg merupakan salah satu mesjid Tua dan Bersejerah Peninggalan Kraton Kesultanan Sintang, Bangunan berdiri kokoh dan belum mengalami Rekonstruksi Berat, Arsitektur bangunan masih tetap di pertahankan, kecuali ada beberapa perbaikan ringan dan penambahan Perlengkapan Mesjid.
Masjid yang dulunya sebuah Gereja. Awesome Indonesia.
Masjid Jami' Sultan Nata. Bersebelahan dengan Langkau Panahan Pangeran Suryanata Sintang Archery Club.
Masih asli dan terawat, lebih tua 100 tahun dari masjid di Pontianak
Masjid tertua di Kabupaten Sintang
Mari ikut berpartisipasi menginformasikan tempat bersejarah kepada publik
Salah satu langkah kecil tuk menghargai sejarah itu, dengan menghargai dan ikut merawat peninggalan sejarah tsb.