Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam Pontianak, salah satu masjid tertua di Kota Pontianak. Didirikan tahun 1929 dengan ukuran 12x12 meter dengan bermodalkan 500 rupiah. Kayu-kayu dibeli dari pembongkaran rumah milik H Akil di Tanjung Saleh. Dikerjakan secara gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan masjid ini didasari keinginan kuat untuk memudahkan Shalat Jumaat. Saat itu Shalat Jumat harus dilakukan warga dengan bersampan atau berjalan kaki di Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, Kampung Dalam, Pontianak Timur.
MASJID Ikhwanul Mukminin didirikan tokoh agama dan tokoh masyarakat Sungai Raya Dalam. Antara lain H Ambo’ Dengeng bin Makkuaseng, seorang penggawa yang berasal dari tanah Bugis yang kemudian mewaqafkan tanahnya untuk dijadikan masjid. H Lintang, imam pertama masjid, H Thayyeb, salah satu pegawai masjid, H Husin Bin Basok, H Bacok, H Muhammad/Wak Ledaa’, H Palemai, Ustadz Rasyid Matanna, H Zakaria H Husin, H Rani, H Bidin dan H Ali Lakana. Masih banyak tokoh-tokoh lain yang berpartisipasi dalam pembangunan ini.
MASJID Ikhwaul Mukminin mengalami lima kali rehab sejak berdiri pada tahun 1929. Rehab pertama tahun 1956. Kemudian rehab kedua 1975 dan 1987. Pada tahun 1999 renovasi total pada 1 Muharam 1420 H atau 16 April 1999 dengan peletakan batu pertama H Ali Lakana. Pembuatan jalan paralel Sungai Raya Dalam telah memakan bahu bangunan masjid. Sehingga dilakukan rehab total dengan peletakan batu pertama Walikota Pontianak Sutarmidji pada hari Jumat, 27 Oktober 2015. Total pembangunan masjid tiga lantai ini sekitar Rp8 Miliar.
Pembangunan masjid kini tinggal merampungkan teras depan.
Subhanalloh
Masjid megah yang terletak di tepi jalan utama ini menjadikan masjid sebagai pilihan terbaik untuk beribadah secara nerjamaah.
Sunguh kagum dengan bangunan masjid ini
Dengan design yang sangat bagus membuat jamaah yang beribadah disini merasa sangat nyaman.
Dilengkapi dengan sajadah yang sangat bersih dan embuk menjadikan ibadah menjadi lebih khusuk.
Semoga jamaah disini tetap istiqomah dalam menjalankan ibadahnya.
Bagus masjidnya setelah di renovasi total.. adem kalo AC nya nyala ha..ha
Ibadah makin khusu.. cuman ya karena di pinggir jalan besar suara lalu lalang kendaraan masih saja terdengar
Parkiran agak kurang luas
Sebagai pusat utama ibadah dan pergerakan umat, maka Masjid juga sangat terasa perannya dalam pelayanan sosial (public services). Untuk itu, setiap Masjid selayaknya memiliki data base jama’ahnya dan masyarakat sekitarnya, sehingga diketahui potensi ekonomi yang ada dalam jama’anya dan potensi social welfare yang wajib diperhatikan. Pelayanan sosial tersebut dapat berupa pengumpulan dan penyaluran zakat dan infak, pelayanan kesehatan, beasiswa, pembinan life skill dan sebagainya, kepada kaum Miskin dari kalangan jama’ah Masjid dan masyarakat sekitarnya.
Masjidnya bagus, besar,, 3 lantai ada ac nya juga..
Toilet agak kotor tapi.. lokasi pinggir jalan serdam,, terlihat menonjol dan megah
Masjidnya 2 tingkat.masjid yg sangat bersih rapi.dan dikelola sangat baik di daerah jalan sungai raya dalam.gak jauh dari Mapolda Kalbar.
Mari shalat tepat waktu berjamaah ditempat azan berkumandang.
Termasuk masjid tertua di Pontianak saat ini telah di renovasi dengan desain yang sangat mewah baik interior dan ekteriornya , masjid mengarah kiblat ber-AC tersedia mukenah dan sajadah panjang yang wangi dan empuk, waktu sholat mengunakan jam digital tempat wudu dan toilet sangat bersih
Megah, sejuk
New masjid with good architecture, comfort for praying
Semoga semakin ramai untuk beribadah.
By kristianasantoso
Mesjid yang masih dalam tahap renovasi
Renovasi total
rame