• Delete
  • Edit

About

Masjid Jami Al-Amien Lama is a mosque, located at Jemberlor, Patrang, Jember Regency, East Java 68118, Indonesia

Location :
Jemberlor, Patrang, Jember Regency, East Java 68118

Added by Jopie, at 24 August 2016

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

12 Reviews

  • Anonymous
    05 June 2018

    Bupati Raden Temenggung ( RT ) Notohadinegoro ( Bupati Pertama Jember 1929 - 1942 ) melihat terdapat penyimpangan arah kiblat di Masjid Jami Jember. Dalam berita Koran tahun 1936, dituliskan bahwa Bupati RT Notohadinegoro pernah mengungkapkan arah kiblat dalam salat di Masjid Jami terdapat penyimpangan sekitar 24 derajat.
    Penyimpangan arah kiblat ini menjadi motivasi Bupati RT Notohadinegoro untuk melakukan pembangunan ulang (renovasi) Masjid Jami Jember. Selain itu, alasan lain adalah bahan kayu yang sebagai bahan bangunan Masjid Jami yang dibangun tahun 1894 mulai mengalami kekeroposan.
    Pada akhir tahun 1935, Bupati Notohadinegoro menyusun anggaran untuk pembangunan masjid baru. Ada dua alasan Bupati RT Notohadinegoro menyegerakan pembangunan masjid baru di lokasi masjid Jami Jember, yaitu: kayu yang ada di masjid banyak yang busuk dan harga bahan bangunan mulai menurun.
    Untuk merealisasikan pembangunan masjid baru, Bupati RT Notohadinegoro pada awal bulan Maret 1936 menunjuk Patih Jember sebagai Komisi Masjid bersama Wedono Kota dan para penghulu serta dua orang pribumi asli untuk mengadakan “Koempoelan Para Oelama” di Kantor Masjid.
    “Koempoelan Para Oelama” ini melakukan musyawarah dengan dasar ketentuan ‘kitab’ berkaitan permasalahan penyimpangan kiblat dan usaha membangun masjid baru. Hasilnya memutuskan untuk melaksanakan pembangunan masjid baru.
    Pembangunan masjid baru ini dilakukan dibawah kontrol Komite Masjid dan Direktur Kerja Kabupaten. Arsitek yang menyusun rencana bangunan Masjid Baru adalah Soegardo.
    Pad tanggal 22 Maret 1936, setelah bangunan masjid lama diratakan, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baru.
    Biaya pembangunan Masjid Jami yang baru tahun 1936 berasal dari dua sumber pendanaan, yaitu: dari kas pemerintah kabupaten dan perusahaan perkebunan swasta NV. LMOD. Biaya terbesar berasal dari perusahaan perkebunan swasta tersebut. Diperkirakan pembangunan masjid baru ini selesai pada bulan Agustus 1936 untuk bisa diresmikan.
    Masjid Jami yang baru dibangun kembali memiliki tinggi 20 meter. Sedangkan masjid yang dibangun tahun 1894 hanya memiliki tinggi 12 meter.
    Selain tinggi yang berbeda, juga terjadi peluasan ruang tempat berdo’a atau ruang sholat. Sebelumnya hanya 400 meter persegi, sedangkan masjid baru mempunyai luas 900 meter persegi. Terjadi perluasan dua kali lebih lebar dari pada luas sebelumnya.

    response / report this review
  • Anonymous
    11 May 2018

    Tempat yang nyaman,sejuk,teduh,tenang di tengah tangah kota Jember. Bagus. Ruang sholatnya unik. Berada di jalur jember-banyuwangi mampir buat sholat dhuhur

    response / report this review
  • Anonymous
    10 May 2018

    Bentuk dan desain dari masjid ini unik sekali dan mengagumkan bentuknya seperti bola walaupun masjidnya terbagi2 memjadi banyak dan kecil2 tetapi itu yg malah menjadi ciri khas dari masjid ini.

    response / report this review
  • Anonymous
    30 March 2018

    Istimewa

    response / report this review
  • Anonymous
    30 March 2018

    Masjid yang terletak di seberang alun alun. Ada titik 0 km Jember di depan pagar kantor yayasan masjid, dekat penyeberangan.

    response / report this review
  • Anonymous
    07 February 2018

    Bupati Notohadinegoro ( Bupati Pertama Jember 1929 - 1942 ) melihat terdapat penyimpangan arah kiblat di Masjid Jami Jember. Dalam berita Koran tahun 1936, dituliskan bahwa Bupati RT Notohadinegoro pernah mengungkapkan arah kiblat dalam salat di Masjid Jami terdapat penyimpangan sekitar 24 derajat.
    Penyimpangan arah kiblat ini menjadi motivasi Bupati RT Notohadinegoro untuk melakukan pembangunan ulang (renovasi) Masjid Jami Jember. Selain itu, alasan lain adalah bahan kayu yang sebagai bahan bangunan Masjid Jami yang dibangun tahun 1894 mulai mengalami kekeroposan.
    Pada akhir tahun 1935, Bupati Notohadinegoro menyusun anggaran untuk pembangunan masjid baru. Ada dua alasan Bupati Notohadinegoro menyegerakan pembangunan masjid baru di lokasi masjid Jami Jember, yaitu: kayu yang ada di masjid banyak yang busuk dan harga bahan bangunan mulai menurun.
    Untuk merealisasikan pembangunan masjid baru, Bupati Notohadinegoro pada awal bulan Maret 1936 menunjuk Patih Jember sebagai Komisi Masjid bersama Wedono Kota dan para penghulu serta dua orang pribumi asli untuk mengadakan “Koempoelan Para Oelama” di Kantor Masjid.
    “Koempoelan Para Oelama” ini melakukan musyawarah dengan dasar ketentuan ‘kitab’ berkaitan permasalahan penyimpangan kiblat dan usaha membangun masjid baru. Hasilnya memutuskan untuk melaksanakan pembangunan masjid baru.
    Pembangunan masjid baru ini dilakukan dibawah kontrol Komite Masjid dan Direktur Kerja Kabupaten. Arsitek yang menyusun rencana bangunan Masjid Baru adalah Soegardo.
    Pad tanggal 22 Maret 1936, setelah bangunan masjid lama diratakan, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baru.
    Biaya pembangunan Masjid Jami yang baru tahun 1936 berasal dari dua sumber pendanaan, yaitu: dari kas pemerintah kabupaten dan perusahaan perkebunan swasta NV. LMOD. Biaya terbesar berasal dari perusahaan perkebunan swasta tersebut. Diperkirakan pembangunan masjid baru ini selesai pada bulan Agustus 1936 untuk bisa diresmikan.
    Masjid Jami yang baru dibangun kembali memiliki tinggi 20 meter. Sedangkan masjid yang dibangun tahun 1894 hanya memiliki tinggi 12 meter.
    Selain tinggi yang berbeda, juga terjadi peluasan ruang tempat berdo’a atau ruang sholat. Sebelumnya hanya 400 meter persegi, sedangkan masjid baru mempunyai luas 900 meter persegi. Terjadi perluasan dua kali lebih lebar dari pada luas sebelumnya.

    response / report this review
  • Anonymous
    25 October 2017

    Bangunannya unik

    response / report this review
  • Anonymous
    10 August 2017

    Mungkin bisa dianggap sebagai salah satu "Landmark"-nya kota Jember
    Tempatnya Asri dan bagus, dekat pula dengan alun-alun Jember

    response / report this review
  • Anonymous
    30 July 2017

    Masjid Tujuh Kubah

    response / report this review
  • Anonymous
    16 June 2017

    Masjid yang letaknya strategis dekat dengan alun alun. Tamannya indah terawat, model bangunannya berbeda dengan masjid masjid di jawa pada umumnya

    response / report this review
  • Anonymous
    28 December 2016

    Desain unik, pada kubah besar memberi efek menggema setiap suara yang dibunyikan. Letak bersebelahan alun-alun Jember.

    response / report this review
  • Anonymous
    31 August 2016

    Masjid jami lama berdiri sebelum masjid jami baru, dimana yang menetapkan kiblatnya KH. SHIDDIQ

    response / report this review

Rate & Write Reviews