• Delete
  • Edit

About

Makam Mbah Wali joungjiet is a cemetery, located at Jl. Gn. Jati, Krajan, Pandanlandung, Wagir, Malang, Jawa Timur 65158, Indonesia

Location :
Jl. Gn. Jati, Krajan, Pandanlandung, Wagir, Malang, Jawa Timur 65158

Added by Jopie, at 10 December 2016

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

3 Reviews

  • Anonymous
    09 March 2019

    Tempatnya indah walaupun keramat

    response / report this review
  • Anonymous
    13 April 2018

    Makam ini adalah sebuah makam seorang Waliyullah dari Mataram. Beliau adalah salah satu Pengikut Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah pada tahun 1825-1830. Dalam peperangan tersebut Pasukan Pangeran Diponegoro kocar kacir dan pasukanya ada yg lari ke hutan2. dan lari sampai ke daerah Malang. diantaranya adalah : Mbah Bongkok di singosari, Mbah Imam Sujono gunung kawi, dan Mbah Wali Joungjiet di Pandanlandung. Kemudian ketiga orang tersebut mendirikan padepokan masing2. dan di Pandanlandung berdirilah sebuah pesantren kecil yg layak disebut Kampung Santren ( sekitar rt.16 saat ini ). Maka kurang lebih pada tahun 1830 M, tersebutlah sebuah Desa Pandanlandung secara resmi dengan kuwu pertama Mbah Wali Joungjiet.
    Kemudian dilanjutkan penerusnya yaitu :
    1. Pak Lasirah
    2. Pak Tahir
    3. Pak Ireng
    4. Pak Mardani
    5. Pak Bastam Noto Basoeki
    6. Pak Pranoto Sumodiharjo
    7. Pak Sharmidi Wijaya
    8. Pak Wiroso Hadi
    9

    response / report this review
  • Anonymous
    17 December 2016

    Makam ini adalah sebuah makam seorang Waliyullah dari Mataram. Beliau adalah salah satu Pengikut Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah pada tahun 1825-1830. Dalam peperangan tersebut Pasukan Pangeran Diponegoro kocar kacir dan pasukanya ada yg lari ke hutan2. dan lari sampai ke daerah Malang. diantaranya adalah : Mbah Bongkok di singosari, Mbah Imam Sujono gunung kawi, dan Mbah Wali Joungjiet di Pandanlandung. Kemudian ketiga orang tersebut mendirikan padepokan masing2. dan di Pandanlandung berdirilah sebuah pesantren kecil yg layak disebut Kampung Santren ( sekitar rt.16 saat ini ). Maka kurang lebih pada tahun 1830 M, tersebutlah sebuah Desa Pandanlandung secara resmi dengan kuwu pertama Mbah Wali Joungjiet.

    response / report this review

Rate & Write Reviews