Tempatnya indah walaupun keramat
Makam ini adalah sebuah makam seorang Waliyullah dari Mataram. Beliau adalah salah satu Pengikut Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah pada tahun 1825-1830. Dalam peperangan tersebut Pasukan Pangeran Diponegoro kocar kacir dan pasukanya ada yg lari ke hutan2. dan lari sampai ke daerah Malang. diantaranya adalah : Mbah Bongkok di singosari, Mbah Imam Sujono gunung kawi, dan Mbah Wali Joungjiet di Pandanlandung. Kemudian ketiga orang tersebut mendirikan padepokan masing2. dan di Pandanlandung berdirilah sebuah pesantren kecil yg layak disebut Kampung Santren ( sekitar rt.16 saat ini ). Maka kurang lebih pada tahun 1830 M, tersebutlah sebuah Desa Pandanlandung secara resmi dengan kuwu pertama Mbah Wali Joungjiet.
Kemudian dilanjutkan penerusnya yaitu :
1. Pak Lasirah
2. Pak Tahir
3. Pak Ireng
4. Pak Mardani
5. Pak Bastam Noto Basoeki
6. Pak Pranoto Sumodiharjo
7. Pak Sharmidi Wijaya
8. Pak Wiroso Hadi
9
Makam ini adalah sebuah makam seorang Waliyullah dari Mataram. Beliau adalah salah satu Pengikut Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah pada tahun 1825-1830. Dalam peperangan tersebut Pasukan Pangeran Diponegoro kocar kacir dan pasukanya ada yg lari ke hutan2. dan lari sampai ke daerah Malang. diantaranya adalah : Mbah Bongkok di singosari, Mbah Imam Sujono gunung kawi, dan Mbah Wali Joungjiet di Pandanlandung. Kemudian ketiga orang tersebut mendirikan padepokan masing2. dan di Pandanlandung berdirilah sebuah pesantren kecil yg layak disebut Kampung Santren ( sekitar rt.16 saat ini ). Maka kurang lebih pada tahun 1830 M, tersebutlah sebuah Desa Pandanlandung secara resmi dengan kuwu pertama Mbah Wali Joungjiet.