• Delete
  • Edit

About

Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro is a place of worship, located at Unnamed Road,, Segoropuro, Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur 67181, Indonesia

Location :
Unnamed Road,, Segoropuro, Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur 67181

Added by Jopie, at 03 November 2016

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

16 Reviews

  • Jujuk Dwi Marista
    19 May 2018

    Cocok untuk yg lagi ingin sejukkan hati dn pikiran

    response / report this review
  • Slametology Arif Billah
    01 May 2018

    Bismillah smga mdpt fadhilah ziarah.. Lokasi sejuk, parkir luas, banyak stan makanan dan minuman..

    response / report this review
  • Andung Hermanto
    23 April 2018

    Wisata religi ini

    response / report this review
  • Syarifuddin Muhammad
    12 March 2018

    Nama aslinya adalah Sayid Abdurrahim. Putra dari Sayid Abdurrahman dan Syarifah Khadijah.

    Keduanya adalah orang terpandang. Sayid Abdurrahman ialah cicit dari Sayid Abu Bakar Syaiban, seorang ulama terkemuka di Tarim, Hadramaut, yang masih memiliki garis keturunan dengan Rasulullah Muhammad SAW.

    Waktu itu sekitar abad ke 17, banyak ulama dari Arab maupun Gujarat India, yang datang untuk berdakwah maupun berjualan di Indonesia. Sayid Abdurrahman termasuk di dalamnya yang saat itu memilih hijrah ke Cirebon.

    Singkatnya, Sayid Abdurrahman lalu menikahi Syarifah Khadijah, cucu Raden Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Dari pernikahan itu, lahirlah Sayid Arif Segoropuro dan dua saudaranya yakni Sayid Sulaiman serta Sayid Abdul Karim.

    Mewarisi ketekunan leluhurnya dalam berdakwah, keluarga ini berjuang keras menyebarkan Islam di Jawa. Tak jauh dengan apa yang telah dilakukan oleh Sunan Gunung Jati, di Cirebon. Pengaruh dan ketekunan mereka dalam berdakwah membuat penjajah Belanda khawatir.

    Bahkan Sayid Arif bersama kakak kandungnya, Sayid Sulaiman, pernah nyantri di pondok pesantren yang dikelola oleh penerus Sunan Ampel di Surabaya. Setelah nyantri di Ampel, kakak beradik ini pergi ke Pasuruan untuk nyantri pada Mbah Sholeh Semendi di Segoropuro, yang konon dikabarkan paman mereka sendiri saudara dari Syarifah Khodijah).

    Saat nyantri di Mbah Semendhi, keduanya banyak belajar. Hingga dijodohkan oleh anak Mbah Semendhi sendiri. Setelah menikah, kedua bersaudara ini tetap melakukan syiar Islam. Sayid Arif tetap belajar di Segoropuro, sementara Sayid Sulaiman babat alas di kawasan Kraton.

    Dari sinilah cerita pondok pesantren Sidogiri berdiri. Nama Segoropuro sendiri, memiliki banyak arti hingga menjadi nama desa. Lokasinya berada dekat dengan segoro (lautan) dan disana terdapat perbukitan. Di tempat inilah, Sayid Arif menempa ilmu saat belajar dengan Mbah Semendhi.

    Sayid Arif yang haus akan ilmu, sering mengaji dan mempelajari kitab-kitab dari gurunya. Karena dekat dengan laut, Sayid Arif merasa terganggu dengan suara ombak yang berdesir saat belajar. Hingga suatu ketika, dia meminta kepada Allah agar menjauhkan suara ombak itu.

    Menyadari permintaannya terlalu tinggi, Sayid Arif pun meminta maaf kepada sang pencipta. Dari sinilah akhirnya muncul nama Segoro (lautan) dan Puro yang alam bahasa jawanya mengartikan maaf (Pangapuro).

    Syiar Islam yang dilakukan Sayid Arif dikala itu, nampaknya membuat pemerintahan Belanda tak senang. Sebab, dari syiar itulah cikal bakal organisasi perlawanan bisa muncul. Apalagi, syiar melalui dakwah yang dilakukan Sayid Arif banyak diikuti jamaah, hingga akhirnya menjadi santri atau pengikut.

    Begitu juga dengan syiar yang dilakukan Sayid Sulaiman, yang bahkan menyebar ke daerah lain. Tidak hanya di kawasan Pasuruan, tapi juga sampai Banten. Hingga Ia pernah dipanggil Sultan Agung Tirtayasa sekitar tahun 1681-an.

    Saat itu Sultan Agung Tirtayasa sedang bergejolak dengan putranya sendiri, Sultan Haji. Pemicunya, sang anak memihak Belanda. Dua bersaudara ini bahkan mulai mendekat pada penguasa Pasuruan, yang saat itu masih dipegang oleh Untung Surapati.

    Tokoh terkemuka yang belakangan menjadi adipati di Pasuruan, dan gencar melakukan perlawanan dengan Belanda. Bersama penerus generasi Untung Surapati, Sayid Arif juga memperjuangkan kemerdekaan

    response / report this review
  • Abdul Wahib
    19 December 2017

    Tempat ny tenang

    response / report this review
  • Alwy Baidowiy
    10 November 2017

    Semoga kita selalu dapat barokah waliyuallah mbah atif segoropuro Amiiin

    response / report this review
  • Moel Yadi
    10 November 2017

    Tempat ziaroh makam waliullah mbah Arif
    Semoga kita mendapat barokah nya
    Amin yarabbal alamin

    response / report this review
  • Yanto Adi
    12 September 2017

    Merupakan wisata religi yg tenang jauh dari hiruk pikuk namun demikian untuk menuju ke lokasi dg kendaraan berbadan besar seperti bus harus ekstra hati hati karena dikhawatirkan berpapasan dg kendaraan lain dan bisa terperosok ke selokan jalan nya agak sempit dan klo malam jumat manis sangat ramai sekali

    response / report this review
  • Arif Sutrawadi
    22 August 2017

    Salah satu makam Wali yang terindah, tidak kumuh dan penuh dengan nuansa Religi. Disarankan

    response / report this review
  • Dzulkarnains Dzulkarnains
    10 July 2017

    Wisata religi

    response / report this review
  • Andi_ Tata
    23 June 2017

    Salah satu makam yang masih keturunan nabi muhamad SAW.

    response / report this review
  • Mujib Ridwan
    04 June 2017

    Ngiling2 awak dewe podo arep mati

    response / report this review
  • Mochammad Khoiruddin
    02 March 2017

    Unforgetable

    response / report this review
  • Aqje عبدالقادرجيلاني
    12 February 2017

    Makam waliyulloh

    response / report this review
  • Iqroman_huda
    26 January 2017

    ig: iqroman_huda

    response / report this review
  • M. Hasbullah Huda
    10 November 2016

    Lokasi makam segoropuro

    response / report this review

Rate & Write Reviews