Nice Venue .
Bersih, asri, sejuk
Kesana waktu ada festival kuliner, dan tempat nya enakkk
Great view, my friends is having an outdoor wedding ceremony
kompleks Gedung Bakorwil II (eks Karesidenan Kedu) ini. Museum ini dulunya merupakan kamar tempat berunding P. Diponegoro dengan Jenderal de Kock pada tanggal 28 Maret 1830. Dalam museum ini disimpan salah satu jubah P. Diponegoro yang dikenakannya dalam perundingan itu. Yang paling menarik bagi saya adalah kursi kayu dengan guratan kuku pangeran pada sandaran lengannya yang disebabkan oleh kegeramannya karena ditipu secara licik oleh penjajah yang semula diyakininya hendak berunding namun ternyata malah menjebak dan menangkapnya. Ada pula 'bale-bale' (semacam kursi atau tempat tidur tradisional) yang terbuat dari kayu yang pernah dipakai oleh P. Diponegoro untuk shalat sewaktu berada di daerah Brangkal, Gombong, Jawa Tengah. Selain itu ada pula teko dan poci yang beliau pakai pada waktu masih berada di Bantul, Yogyakarta, serta Al Qur'an tulisan tangan milik beliau.
Tempat bersejarah yang sejuk dengan latar belakang perbukitan. Ada rusa juga yang dibiarkan tanpa kandang. Terbayang mungkin dulu Belanda bikin villa ini untuk bersantai.
kompleks residen Kedu
Tempat penuh sejarah
Baru sekali
Tempat bersejarah yang menyimpan baju zirah asli pangeran diponegoro