Pelayanan kurir jelek sekali, masa' cuma ngantar barang yang namanya sudah jelas alamatnya juga sudah jelas masih belum bisa maksimal, padahal nama saya aja cuma 1 di 1 desa kalah sama JNE,jnt,sicepat dari Surabaya aja ngerti alamat saya. Kalau bodoh gini suruh ganti kurirnya pake merpati lagi aja, ongkirnya mahal lagi. Sekian terima anjing
Pelajaran buat saya supaya tidak lagi mengirim berkas lewat pos, pihak pos tidak bisa mengembalikan berkas saya yang dihilangkan. Padahal berkas tersebut sangat penting. Pihak posnya suka nilepan uang, korup, dan gak bertanggung jawab dan tidak ada profisionalismenya sama sekali
Untuk pembelian barang online. Tidak saya sarankan untuk melalui expedisi ini ,,, slow respon untuk pengantaran barang ke alamatnya ( padahal satu kecamatan jarak 1,6 km )
Ngalahi ambil sendiri ke kantor pos nya.
Semoga bisa jadi pengalaman untuk yang lainnya.
Dari Serpihan Catatan Ayuhanafiq, beliau mengabarkan bahwasanya ,Salah satu sisa kejayaan pos adalah bangunan yang ada di Mojosari.
Bangunan yang terletak di Jl. Masjid Sarirejo Mojosari itu tidak berubah dari bentuk awal saat dibangun. Dalam foto jaman kolonial terlihat jelas bila bangunan berlantai dua itu adalah Hul Post telegraph, seperti yang tertulis di dindingnya. Hul post adalah kantor pos pembantu yang membawahi beberapa kantor pos di bawahnya. Sejak kapan bangunan itu ada ?
Layanan Pos sudah ada sejak jaman dahulu kala. Namun pelayanan antar surat atau dokumen itu lebih disempurnakan pada jaman pemerintahan Daendels yang membuat jalan makadam dari Anyer hingga Panarukan. Jalan yang dibangun dalam waktu setahun itu dinamakan Jalan Post. Tujuan utama memang untuk memangkas waktu pengiriman surat ke daerah-daerah.
Untuk wilayah Japan atau Mojokerto saat itu ikut dalam pelayanan kantor post Surabaya. Dari sana surat dikirim dengan kereta kuda yang menyeberangi kali Mas di Wonokromo lalu terus ke barat hingga ke Kediri. Keberadaan kantor pos di Mojokerto sendiri baru ada pada tahun 1864. Saat itu pemerintah kolonial membuka kantor pos tetap di daerah kabupaten dengan status kantor pos pembantu.
Layanan antar surat dengan kereta kuda kemudian dihapus tahun 1886 saat jalur kereta api telah berfungsi. Namun kereta kuda tetap dipakai untuk mengirim surat dari Mojokerto ke seluruh wikayahnya hingga tahun 1909. Transportasi antar surat kemudian diganti dengan kendaraan bermotor.
Kantor Pos Mojosari kemungkinan besar dibangun pada tahun 1883 saat pemerintah mengeluarkan Staatsblad nomer 136 tahun 1882. Surat keputusan itu dibuat untuk memperluas jaringan pos hingga ke daerah-daerah dengan mendirikan Bestelhuis atau rumah pos. Baru pada tahun 1892 Bestelhuis Mojosari ditingkatkan menjadi pos distrik. Selain di Mojosari kantor pos distrik juga ada di Gedeg dan Gondang. Ketiga kantor pos distrik atau kantor pos pembantu itu melayani Distrik Mojosari, Mojokasri dan Jabung. Sementara distrik Mojokerto dilayani dari kantor Pos Mojokerto.
Meskipun sudah memiliki jaringan hingga ke pelosok, jasa pemgiriman pos masih membutuhkan bantuan pihak lain. Kurangnya tenaga antar ditutupi dengan aturan jasa antar surat secara gratis. Dengan aturan itu maka petugas pos hanya mengantar hingga ke onderan atau kecamatan. Selanjutnya pegawai kecamatan akan meneruskan pada bawahannya hingga alamat yang dituju. Tentu keamanan surat menjadi berkurang saat berpindah-pindah tangan. Tidak jarang pegawai onderan terlebih dulu menyensor surat yang akan diantarkannya. Pengalaman itu membuat surat yang sifatnya rahasia tidak dilewatkan pos pemerintah. Maka jawatan Pos Telepon dan Telegrap (PTT) lebih banyak melayani surat dinas pemerintah dan korespondensi bisnis.
Jasa pos hampir tumbang saat krisis ekonomi terjadi pada tahun 1920-an. Pemerintah kolonial tidak lagi mampu menggaji pegawai pos yang statusnya pegawai negeri. Maka dikeluarkanlah PTT dari bagian layanan pemerintah dan harus mandiri menjadi perusahaan milik pemerintah. Setalah badai krisis berlalu PTT bisa eksis lagi terutama pada jasa layanan telepon yang sudah semakin luas penggunaannya.
Setelah kemerdekaan jawatan pos tentu saja diambil alih oleh negara Kantor Pos Mojosari pada tahun 1950-an kedudukannya adalah sebagai Kantor Pos dan Telepon Pembantu (Kptp). Dengan posisi seperti itu Kptp Modjosari ada dibawah pengawasan Kantor Pos Mojokerto. Kantor pos Mojosari memiliki kode wilayah dengan sebutan MDS, sedangkan kode Kantor Pos dan Telepon (KPT) Mojokerto adalah MR.
Tepat waktu..bapak kurirnya ramah 😊
Petugasnya ramah ramah
Petugas wanita yg ada tahi lalat d muka /dahi, pelayananya sombong, Cara Nicaragua Dan layanan tak sopan. Petugas yg lain ok, ramah.
Cepet lah bayar2 dikantor pos
Gk kyk dlu cuma tempat surat sama beli perangko
Kantor Pos utama yang ada diwilayah kecamatan Mojosari. Bangunannya unik dan mudah dikenali sebagai Kantor Pos ketika dilihat dari jalan raya / kejauhan. Pelayanan sangat baik dan didukung pula dengan parkir kendaraan bermotor yang luas.
Satu satunya di mojokerto, pos herritage
Jasa pengiriman barang dan dokumen penting. Untuk pengiriman uang sudah online
Dulu sering beli perangko buat fillately, kantornya bersih teduh lho
Jasa pengiriman barang & kirim uang tunai.
petugas bagian pengambilan paket ramah. anak2 yg magang jg ramah.. keren dah.
pak pos,tolong antarkan sampai tujuan. Kalau bingung tanya dong, masak kirim pos di suruh ngambil sendiri terus ke kantor pos?