Menurut sejumlah literatur, menyebutkan bahwa kantor pos ini diperkirakan dibangun antara tahun 1835 hingga tahun 1845 seumuran dengan kantor pos yang didirikan di Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Madiun, Ngawi, Kediri, Bangkalan dan Sumenep. Diperkirakan bahwa dahulu kantor pos dan telegraf menjadi satu (Post Telegraaf en Telefon Dienst), dan bentangan kawat-kawat telegraf waktu itu menyesaki Jalan Sigaluh sehingga lama kelamaan daerah tersebut dikenal dengan daerah Kawatan.
Cukup banyak perubahan nama dalam sistem pos di Indonesia. Nama Jawatan Pos, Telegraph dan Telepon (PTT) terus dipertahankan hingga tahun 1945. Pada tahun 1961, Jawatan PTT resmi menjadi perusahaan Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 240 Tahun 1961. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa Jawatan PTT itu kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Pada tahun 1965, PN Postel mengalami pemecahan menjadi Perusahaan Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Hal ini bertujuan untuk mencapai perkembangan yang lebih luas lagi dari masing-masing BUMN ini. Pemecahan PN Postel menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ini memiliki legalitas hukum melalui PP Nomor 29 Tahun 1965 dan PP Nomor 30 Tahun 1965.
Pada tahun 1978, PN Pos dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro) berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 1978. Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan bentuk usaha dari sebuah perusahaan Negara menjadi perusahaan umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya PP Nomor 28 Tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan dan pengawasan.
Pada tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero) dengan dikeluarkannya PP Nomor 5 Tahun 1995. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam melayani masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis yang semakin ketat persaingannya
Kantor pos yang memiliki banyak fasilitas, termasuk halaman parkir yang luas. Lokasi ada di tengah kota sehingga mudah dijangkau.
pelayanan cepat, ramah, dan tetap ramah dikantong. Ada info lowongan kerja juga dipapan depan, ada money changer, ada ATM lengkap, dan disebelahnya ada galeri Indosat.
Salah satu tempat peninggalan jaman belanda yang masih kokoh berdiri dan masih dipertahankan keaslianya. Apalagi dengan adanya informasi lowongan kerja yang selalu update untuk masyarakat khusunya Magelang.
Excellent service
Pelayanannya baik, suasananya nyaman, kantor pos tetap banyak peminat. Sayang ada tukang parkir, ke atmnya bentar diparkirin
bisa lihan info loker disekitar Magelang disini lho
Ayo ke kantor pos
kantor pos kota Magelang
malesnya disini ada tukang parkirnya
The only post office in Magelang
Letaknya strategis karena di tengah perkotaan menjadikan gampang di cari
Kirain di terminal aja yg ada bis. Disini juga punya BIS SURAT.
Pelayanannya semakin baik dengan adanya antrian yg tertata
The biggest post office at Magelang
Kirim paket
Melayani semua paket kiriman. Baik surat maupun barang. Dengan pilihan kilat atau standard. Tempatnya luas, bersih dan pelayanan memuaskan
stuff
Parkir luas nyaman