• Delete
  • Edit

About

Goa Mampu Bone is a point of interest, located at Unnamed Rd,, Cabbeng, Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan 92753, Indonesia

Location :
Unnamed Rd,, Cabbeng, Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan 92753

Added by Jopie, at 20 February 2016

Opening Hours

  • Monday Open 24 hours
  • Tuesday Open 24 hours
  • Wednesday Open 24 hours
  • Thursday Open 24 hours
  • Friday Open 24 hours
  • Saturday Open 24 hours
  • Sunday Open 24 hours

Add missing information

Add email
Add phone
Add business description
Add website
Add Social Media
Add Products and Services

14 Reviews

  • Muhammad Iwan
    15 April 2018

    GUA Mampu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyimpan sebuah legenda saat satu kampung dikutuk menjadi batu. Berikut ini ceritanya.

    Gua Mampu yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bone adalah objek wisata alam yang terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, berjarak 60 km dari Kota Watampone, Kabupaten Bone, atau sekitar 140 km dari Kota Makassar. 

    Seperti umumnya gua-gua kapur yang banyak ditemukan di Sulawesi Selatan, Gua Mampu dihiasi dengan stalagmit dan stalagtit yang unik. Gua ini juga bertingkat. Rongga-rongga kapur ditemukan saling bersusun memanjakan pengunjung yang ingin bereksplorasi di dalam gua.
     
    Di tiap ruangan Gua Mampu terdapat berbagai stalagmit dan stalagtit yang terbentuk secara alami. Bentuknya unik hingga menyerupai berbagai makhluk hidup dan benda-benda peradaban manusia yang seolah telah membatu.

    Situs Gua Mampu terbentuk dari batuan gamping, sehingga pada bagian perutnya terdapat pintu masuk. Di gua ini terdapat enam ceruk yang dihubungkan dengan ceruk lainnya. Pada bagian dalam Gua Mampu terdapat travertin yang membentuk stalagmit, stalaktit sehingga membentuk pilar-pilar alam. 

    Meski beberapa terowongan tertentu terdapat tempat-tempat yang cukup gelap, tetapi pada bagian-bagian mulut gua terang karena jumlah sinar matahari yang masuk cukup banyak.

    Suhu udara Gua Mampu terutama yang terdapat pada mulut gua berkisar 26-29 derajat celsius, dengan kelembaban sekitar 80 %. Dengan keadaan ini, manusia dapat hidup di dalamnya. 

    Pada bagian terowongan yang gelap, langit-langitnya ditempati kelelawar dalam jumlah yang sangat besar. Oleh penduduk setempat, kotoran kelelawar dikumpulkan sebagai pupuk guano.

    Salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan penilik pemuda dan seni di Kantor Kecamatan Dua Boccoe, Andi Darma Abdul Majid mengatakan, letak Gua Mampu diyakini pada mulanya adalah pusat Kerajaan Mampu yang diperkirakan ada sebelum munculnya Kerajaan Bone.

    Kata dia, legenda Gua Mampu tidak bisa lepas dari sejarah Kerajaan Mampu. Namun, detail sejarah Kerajaan Mampu tidak seeksis catatan sejarah Kerajaan Bone. Hal ini disebabkan kurangnya bukti-bukti sejarah yang ditemukan. 

    Kerajaan Mampu lalu berasimilasi dengan Kerajaan Bone melalui perkawinan hingga kerajaan tua ini meredup. Namun, saat ini banyak masyarakat, yang masih bermukim di wilayah itu maupun telah merantau, mengklaim sebagai keturunan Kerajaan Mampu. 

    Menurut Andi Darma, sejarah Kerajaan Mampu dan legenda Gua Mampu bagai sisi mata uang. Walau dari hasil penelitian tidak ada bukti yang menghubungkannya, legenda Gua Mampu dilestarikan secara turun-temurun melalui cerita rakyat.

    Andi mengisahkan, beberapa tahun lalu dia memandu peneliti arkelologi dan geologi untuk meneliti stalagmit dan stalagtit di dalam gua tersebut. Namun, tidak ditemukan bukti bahwa patung-patung yang terbentuk itu adalah fosil atau sisa makhluk hidup yang membatu, murni endapan kapur yang terbentuk secara alami.

    response / report this review
  • My Channel 21
    08 February 2018

    Click here for more information to download dangdut seksi

    response / report this review
  • Adhyl Arz
    28 November 2017

    Keindahan Stalagtit dan Stalagmit serta ornamen" yg ada sangatlah Indah, terlebih penambahan pencahayaan menambah keindahan, sayangnya bbrapa aturan yg seharusnya tdk boleh dilakukan di dalam Goa diperbolehkan, sperti memegang bgaian" Goa, dan lagi pada saat gambar di ambil akses jalan masuk sangat tdk bagus

    response / report this review
  • Ansar Sar
    18 October 2017

    Perjalananya seru sekali klu bareng teman teman dan juga pacar.guanya bau bat.

    response / report this review
  • Asdar Adda
    13 October 2017

    Gowana latoq riolooo. tpi hax cerita jii.

    response / report this review
  • Sulfiana Azis
    10 October 2017

    Sekarang sudah ada lampu hiasnya..kerennnsemoga bisa terjaga dari tangan" jahil

    response / report this review
  • Ririn Febrianti
    29 July 2017

    Sejarah ini tidak boleh dilupakan.. sebagai to ugi kita tidak boleh melupakan sejarah ini.

    response / report this review
  • Fajri Dwiyama
    25 July 2017

    Salah satu tempat bersejarah di Kabupaten Bone, disinilah asal mula cerita rakyat Sijello Tau Mampu

    response / report this review
  • Akhdan Amanullah
    15 July 2017

    Full history's

    response / report this review
  • Parulian Simanjuntak
    22 June 2017

    Gua nya bagus, destinasi wisata di bone, butuh sentuhan dan polesan agar terlihat menarik, banyak coret2an

    response / report this review
  • Muhammad Saleh Kareem
    09 December 2016

    Situs sejarah masyarakat bone
    Untuk mengunjungi tempat wisata yang berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat kota kabupaten ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari kota watampone

    Di dalam gua yang memiliki luas sekitar 2000 meter persegi itu, para pengunjung disuguhi pemandangan stalagtit dan stalagmit yang sangat rapi, beberapa bongkahan batu yang berbentuk manusia, perahu, hewan, tumpukan padi, persawahan. Yang, memang mirip sebuah perkampungan.

    Selait itu, di dalam gua tersebut terdapat kuburan kuno yang menambah kesan mistis, satu kuburan terletak tak jauh dari mulut gua dan yang satunya lagi berada di puncak gunung Mampu (kuburan Pattanrewara)

    Legenda tentang gua mampu, juga tercatat dalam buku Lontara Bugis. Yang menceritakan mengenai kisah sebuah perkampungan yang mendapat kutukan dan seluruhnya telah berubah menjadi batu.

    Namun meski demikian, hingga kini belum ada pelurusan sejarah tentang legenda gua mampu ini, sehingga menimbulkan banyak versi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

    Salah satu versi menyebutkan, jika pada zaman dahulu tempat tersebut merupakan daerah “kerajaan Mampu”. Kutukan berawal ketika putri raja sedang menenun seorang diri di teras rumah panggungnya. Namun, karena rasa ngantuk, alat tenun atau yang disebut “ana’ walida” milik sang putri terjatuh ke tanah.

    Tak jauh dari tempat tersebut, ada seekor anjing. Putri raja langsung meminta tolong kepada anjing tersebut untuk mengambilkan walidanya. Tiba-tiba anjing itu berbicara layaknya seorang manusia. Sang putri langsung kaget dan seketika itu tubuhnya berubah menjadi batu dari kepala hingga ujung kakinya.

    Setelah para dayang serta masyarakat melihat kejadian yang menimpa sang putri, mereka langsung kaget dan menunjuk seraya bertanya apa yang sedang terjadi. Namun yang lebih naasnya lagi, setiap orang yang bertanya, dirinya pun berubah menjadi bongkahan batu. Dan kini peristiwa tersebut, dikenal oleh masyarakat dengan istilah Sijello’ to Mampu (saling menunjuk).

    Legenda ini telah menyebar dan berkembang kemasyarakat luas. Dari legenda tersebut, menjadikan goa ini banyak dikunjungi para wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

    Sebelum masuk ke dalam gua ini, para pengunjung harus mempersiapkan alat penerangan, atau jika tidak, di tempat tersebut ada obor yang disewakan khusus untuk pengunjung. Di dalam gua yang terdiri atas tujuh tingkat ini kondisinya sangat gelap, terkecuali tempat-tempat tertentu yang mendapat pancaran sinar matahari dari langit-langit gua yang berlubang. Selain itu, untuk menyusuri gua itu, Anda dapat menggunakan pemandu lokal yang selalu siap sedia agar Anda tidak tersesat di dalam.

    response / report this review
  • Fhiand Gabriel
    12 October 2016

    Tempat yang bersejarah

    response / report this review
  • Muhammad Idris
    01 October 2016

    Destinasi alam yg mempesona karya Yang Maha Agung

    response / report this review
  • Susilo Bambang
    27 February 2016

    wkwkwkk

    response / report this review

Rate & Write Reviews